Sulawesi Tengah Budidaya Padi Ladang Jaga Ketahanan Pangan

waktu baca 2 menit
Lahan Ladang Padi (Ilustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Sulawesi Tengah hingga kini petaninya masih budidaya sistem bercocok tanam padi ladang, sebagai upaya membantu menguatkan ketahanan pangan daerah dengan pola pengolahan berbasis ke arifan lokal.

Hal itu diungkapkan Nelson Metubun Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Sulawesi Tengah saat dihubungi di Palu, Senin 18 Juli 2022.

“Meskipun jumlah produksinya tidak sebanding dengan sistem padi sawah, tapi kegiatan dengan budidaya penanaman padi secara tradisional di Sulawesi Tengah menggambarkan budaya pertanian masa lalu yang masih dibudidayakan oleh masyarakat,” ucap Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulteng Nelson Metubun dihubungi di Palu, Senin 18 Juli 2022.

Ia menjelaskan, rata-rata kegiatan padi ladang berada di wilayah pegunungan dan daerah yang minim sumber air, sehingga sangat bergantung pada air hujan. Di satu sisi, model budidaya padi ladang memiliki kualitas beras bebas pestisida karena pengolahannya dilakukan secara tradisional.

Baca: 520 Ekor Hewan Ternak di Sulawesi Selatan Terpapar PMK

Namun di sisi lain, musim panen cukup panjang, sekitar enam bulan dibandingkan dengan padi sawah yang bergantung pada sumber air irigasi.

“Di tengah berbagai teknologi pertanian yang berkembang, masih ada masyarakat yang masih mempertahankan cara pengolahan subsektor tanaman pangan secara tradisional. Cara ini tentu sangat unik dan kami berharap kegiatan budidaya padi terus berlanjut,” ujar Nelson.

Menurut Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura setempat, luas lahan padi di Sulawesi Tengah sekitar 13.420 hektar pada tahun 2022 dengan target produksi 39.328 ton dan produktivitas 29,31 kwintal per hektar.

Target ini meningkat dibandingkan realisasi produksi tahun 2021 yang mencapai 37.814 ton dengan produktivitas 37,87 kwintal per hektar dengan luas panen 9.985 hektar.
“Luas panen padi tahun ini 13.420 hektar dan kami berharap petani bisa memenuhi target produksi,” kata Nelson.

Ia menambahkan, dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, hanya satu daerah yang tidak memiliki areal persawahan di dataran tinggi, yaitu Kabupaten Banggai Laut, karena dipengaruhi oleh faktor geografis.

Nelson mengatakan, sesuai data yang kami kumpulkan, beberapa daerah memiliki lahan sawah yang cukup luas, antara lain Kabupaten Banggai 1.725 hektar, Poso 1.509 hektar, Donggala 1.725 hektar, Buol 2.371 hektar, Sigi 1.337 hektar dan Kabupaten Morowali Utara 2.099 hektar. Kabupaten lain berkisar antara puluhan hingga ratusan hektar. (*/Ikh)

Baca: Resep Getuk Magelang Yang Super Legit

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.