Suhu Udara Tercatat 37,8 Derajat Celsius, Ini Peringatan BMKG Sulawesi Tenggara

Suhu Udara Terpanas Ketiga di Pulau Sulawesi

1
223
Suhu Udara Tercatat 37,8 Derajat Celsius, Ini Peringatan BMKG Sulawesi Tenggara
Illustrasi Suhu udara Sultra

Sultra, gemasulawesi.com BMKG Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui stasiun meteorologi maritim Kendari mencatat suhu udara mencapai 37,8 derajat celsius.

Menurut Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, BMKG Sulawesi Tenggara, Adi Istiyono, dengan suhu cuaca panas yang tinggi warga diminta untuk waspada. Kewaspadaan tinggi terkait potensi kebakaran cukup besar khususnya areal hutan dan lahan.

“Selain itu, potensi dehidrasi cepat berefek pada timbulnya masalah kesehatan mahluk hidup juga mesti diperhatikan,” ungkapnya dikutip dari zonasultra.com, Jumat, 25 Oktober 2019.

Ia menganjurkan warga untuk selalu membawa dan meminum air putih yang banyak. Terutama pada wilayah suhu udara tertinggi yang tercatat di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka.

Baca juga: Gigit Jari, RSUD Anuntaloko Parigi Moutong Belum Bayar Gaji Perawat

Selain wilayah Kolaka lanjut dia, Kota Kendari tercatat suhu udara tertinggi 34 derajat, kemudian di kawasan Bandara Haluoleo, Ranomeeto, Konawe Selatan (Konsel) suhu udara bisa mencapai 37 derajat.

Banyak faktor penyebab tingginya suhu udara di sejumlah wilayah. Selain saat ini masih musim kemarau, faktor lingkungan sekitar juga sangat mempengaruhi. Contohnya, wilayah berdekatan dengan laut dan wilayah yang sudah kurang terdapat pepohonan.

“Khusus di Bandara Haluoleo, tingginya suhu udara karena landasan yang memiliki tekstur aspal pada runway (landsan pacu) bisa menyerap panas yang tinggi. Sehingga, saat radiasi matahari tinggi akan mempengaruhi suhu di sekitarnya,” jelasnya.

Apalagi kata dia, saat ini kulminasi matahari berada di wilayah selatan Indonesia jadi penyebab penerimaan panas matahari menjadi siginifikan. Serta menjadikan beberapa daerah mempunyai suhu tinggi.

Baca juga: Target Sepuluh Persen Penurunan Stunting, Ini Peran OPD Parigi Moutong Pendamping

Ia melanjutkan, kulminasi matahari merupakan fenomena alam ketika matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu, posisi matahari akan tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda di permukaan bumi.

Namun, hujan sedang hingga lebat disertai guntur di sejumlah wilayah pun masih berpotensi terjadi. Misalnya, di Konawe Selatan (Konsel), Muna Barat (Mubar), Muna, Buton Tengah (Buteng), Konawe Utara (Konut), Kolaka Timur (Koltim), Bombana, Konawe dan Kolaka Utara (Kolut).

Sebelumnya, BMKG pusat mengeluarkan rilis untuk menanggapi pesan berantai yang beredar diberbagai platform media sosial, dan whatshapp bahwa Indonesia akan dilanda gelombang panas itu tidak benar.

Disebutkan, saat ini Indonesia dilanda suhu panas, bukan gelombang panas. Fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia. Berdasarkan data histori, suhu maksimun di Indonesia belum pernah mencapai 40 derajat celsius.

Data BMKG menyebut suhu tertinggi yang pernah terjadi di Indonesia sebesar 39,5 derajat celcius pada tahun 2015 di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Baca juga: Ini Target Penerimaan Zakat Sulawesi Barat Tahun 2019

Gelombang panas hanya terjadi pada wilayah yang terletak pada lintang menengah dan tinggi. Sementara wilayah Indonesia terletak di wilayah ekuator yang secara sistem dinamika cuaca tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas.

Suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

Bahkan, pada tanggal 20 Oktober terdapat tiga stasiun pengamatan BMKG di Sulawesi yang mencatat suhu maksimum tertinggi. Yaitu, Stasiun Meteorologi Hasanuddin (Makassar) 38.8 derajat celsius, diikuti Stasiun Klimatologi Maros 38.3 derajat celsius, dan Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera (Pomalaa) 37.8 derajat celsius.

“Daftar suhu pada tiga wilayah itu merupakan catatan suhu tertinggi dalam satu tahun terakhir,” tutupnya.

Baca juga: Cabai Tembus Ratusan Ribu Per Kilo, Pengusaha Kuliner Gorontalo Mengeluh

Sumber: zonasultra

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan