Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Staf Klinik Kesehatan di Balikpapan Jual Surat Hasil PCR Palsu

Staf Klinik Kesehatan di Balikpapan Jual Surat Hasil PCR Palsu
Foto: Illustrasi surat PCR palsu.

Gemasulawesi- Kepolisian mengungkap kasus jual surat hasil PCR palsu diduga dilakukan staf klinik kesehatan, dengan tarif Rp 900 ribu kepada calon penumpang pesawat.

“Ada tiga orang yang ditangkap. Salah satunya merupakan pegawai klinik kesehatan,” ungkap Kapolresta Balikpapan, Kalimantan Timur Turmudi, di Balikpapan, Selasa 3 Agustus 2021.

Tiga staf klinik kesehatan tersangka jual surat hasil PCR palsu merupakan pengedar sutar PCR palsu, diamankan pada Minggu 1 Agustus 2021, mereka berinisial AY, DI dan PR.

Baca juga: 18 Taruna IPDN Bawa Rapid Tes Palsu ke Bandara Sulawesi Tengah

Dia menyebut, para pelaku jual surat PCR palsu itu seharga Rp900 ribu per lembar. Pembeli akan langsung mendapatkan surat keterangan negatif Covid19 tanpa harus melewati proses pemeriksaan PCR.

Proses penyelidikan dilakukan pihaknya, berawal dari keterangan beberapa calon penumpang pesawat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman alias Sepinggan International Airport, Balikpapan, tujuan Medan.

Surat PCR palsu itu kata dia, sempat diperiksa petugas karantina kesehatan bandara dan petugas Avsec Bandara.

Surat itu terlihat asli dengan menggunakan nama salah satu klinik kesehatan di Balikpapan. Namun, kode bar atau barcode tertera dalam surat tidak sesuai peruntukkannya.

Kemudian, petugas langsung mengamankan beberapa penumpang pemegang surat yang sama. Setelah ditelusuri, ternyata surat PCR itu didapat dari kenalan mereka yang merupakan salah satu tersangka.

“Petugas bandara menemukan tiga penumpang memiliki surat hasil PCR Covid19 palsu. Petugas mengecek barcode. Bisa terbaca, namun terbaca lain peruntukannya,” ujar dia.

Baca juga: Badan POM Kawal Keamanan Khasiat dan Mutu Vaksin Covid 19

Pelaku dijerat UU karantina

Dari hasil pemeriksaan, ketiga tersangka berhasil menjual 40 surat PCR palsu. Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 263 dan 268 KUHP serta Pasal 93 UU RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Sebelumnya, Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial HES (41) juga ditangkap anggota Satreskrim Polres Bitung atas dugaan tindak pidana pemalsuan hasil swab PCR. Pelaku merupakan ASN di Biro Protokoler Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan bertugas di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.

Kapolres Bitung AKBP Indrapramana mengatakan, kejadian bermula saat petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melaporkan adanya penggunaan hasil swab PCR palsu di Pelabuhan Bitung, Sabtu 24 Juli 2021, pukul 21.30 WITA.

Informasi dari tersangka HES, untuk pembuatan hasil swab PCR palsu dilakukan dari laptop miliknya kemudian di-print.

Modus tersangka membuat hasil swab PCR dengan menunggu pelanggan memerlukan jasanya membuat dokumen itu. (***)

Baca juga: Oknum PNS di Bitung Jadi Pelaku Pemalsuan Surat Hasil Swab PCR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post