Sosialisasi Tujuh Dimensi Lansia Tangguh Resmi Dibuka

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Pembukaan Sosialisasi Tujuh Dimensi Lansia Tangguh. (Foto Humas DKIPS Sulteng)

Sulawesi tengah, gemasulawesi – Sosialisasi tujuh dimensi Lansia tangguh dan pendampingan perawatan jangka panjang bagi Lansia di Sulawesi tengah resmi dibuka.

Pembukaan sosialisasi itu dilakukan Pj Sekda Provinsi Sulteng Ir Moh. Faisal Mang, MM yang dilaksanakan secara Daring maupun Luring di ruang kerja Asisten I Kantor Gubernur Sulteng Rabu, 1 Desember 2021.

Baca juga: Maret 2021, Jadwal Lansia Suntik Vaksin Covid di Kota Palu

“Sosialisasi ini mengangkat tema Lansia Tangguh dan Pola Pengasuhan Percepatan Penurunan Stunting,” tutur Faisal.

Dalam sambutannya Wagub Sulteng yang dibacakan Pj. Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Ir. Moh. Faisal Mang, MM mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2020 sebesar 244.978 Jiwa atau 8,2 % dari total penduduk Sulawesi Tengah yang mencapai 2,98 juta jiwa.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada kader bina Lansia di tingkat desa,” ujarnya.

Baca juga: Jokowi Instruksikan Daerah Percepat Capaian Target Vaksinasi

Generasi Baby Boomers adalah kelahiran tahun 1946-1964, kini berusia 57-75 tahun.

Ia mengatakan, OPD Kabupaten/Kota kata dia, telah memberikan kontribusi besar dalam mensosialisasikan program pembangunan keluarga.

“Tujuh dimensi lansia tangguh adalah seseorang atau kelompok lansia sehat secara fisik, sosial, mental, aktif, produktif dan mandiri,” terangnya. Tujuh dimensi dimaksud adalah, intelektual, emosional, spiritual, fisik, sosial kemasyarakatan, profesional vokasional dan lingkungan.

Baca juga: Kampung Tangguh Kota Palu, Inovasi Ditengah Pandemi

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah, Dra. Maria Ernawati, MM mengatakan, populasi lansia di Indonesia didominasi oleh lansia muda umur 60-69 Tahun dengan presentasi mencapai 63 persen.

“Tahun ini terdapat lima Provinsi memiliki struktur penduduk tua,” terangnya.

Lanjut dia, berdasarkan data BPS sekitar 8,2 persen populasi Lansia dari total jumlah penduduk di Sulteng.

Maria mengatakan, 233 kelompok PKL di Sulteng yang dibina masuk dalam proyek prioritas nasional.

“Lansia saya harap bisa memberikan kontribusi besar dalam menurunkan angka stunting di Sulteng. Semua pihak berkepentingan juga harus menyikapi secara serius. Harapannya, tahun 2024 menurun menjadi 14 persen,” harapnya. (**/fan)

Baca juga: Warga Lansia dan Disabilitas Terima Kucuran dana Bansos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.