Setelah Petani, Giliran Sopir Truk Keluhkan Kelangkaan Solar di Parigi

waktu baca 3 menit
Tumpukan Jergen Pada Salah Satu SPBU di Parigi. (Foto/ist)

Berita Parigi moutong, gemasulawesi- Setelah para petani mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan solar dari SPBU di Parigi, giliran sopir truk keluhkan kelangkaan solar.

Beberapa minggu terakhir ini memang terlihat antrian panjang pada dua SPBU yang beroperasi di Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi moutong.

Salah seorang warga mengungkapkan kekesalannya dengan memposting foto dari tumpukan jeregen pada salah satu SPBU yang ada di Kecamatan Parigi.

Dalam postingannya meminta pemerintah untuk memperhatikan tumpukan jeregen tersebut karena mengakibatkan angkutan truk tidak bisa beroperasi akibat pihak SPBU diduga lebih memilih melayani jergen daripada pengisian BBM Solar pada kendaraan.

Menindaklanjuti keluhan warga tersebut Selasa 7 Oktober 2020, tim gemasulawesi.com Bersama sejumlah media lainnya turun langsung melihat kondisi SPBU.

Warga Keluhkan Tumpukan Jergen di FB
Foto Sreenshoot Grup FB Info Kota Parigi

Baca Juga: Gempa Bumi Magnitudo 4,8 Guncang Banggai Sulteng

Dilapangan ditemukan tumpukan jergen, dari sejumlah sopir truk yang diwawancara mengaku sudah berhari hari menunggu antrian dan tidak bisa mendapatkan jatah mengisi Solar.

“Saya sudah tiga hari menunggu dan tidak dapatkan kesempatan mengisi BBM. Bagaimana mau terisi pak, itu jergen tidak habisnya. Kalau pun pihak SPBU melayani kami, paling banyak hanya lima mobil setiap hari,” terang sopir itu sambal meminta Namanya tidak dipublikasikan.

Saat coba mengambil gambar sejumlah warga sempat mencoba menghalangi upaya sejumlah media untuk mengambil gambar.

“Ada ijin tidak mengambil gambar seperti ini?” ketus warga yang tidak diketahui namanya kepada sejumlah wartawan yang sedang meliput.

Setelah dijelaskan jika wartawan tidak memerlukan izin untuk mengambil gambar cukup dengan menunjukkan identitas atau ID card dalam peliputan warga pun mnegerti dan mengijinkan pengambilan gambar.

Menurut keterangan warga setempat, tumpukan puluhan jergen itu sebagian milik dari petani dan nelayan.

“Milik petani dan nelayan pak itu Sebagian. Ada rekomendasinya dari Kepala desa,” terang warga yang mengaku mengatur dan mengamankan proses antrian.

Pantauan media ini di lapangan kondisi tumpukan jergen di SPBU Pombalowo terbilang parah dibanding SPBU Kampal.

Tidak ada satupun dari pihak SPBU yang bisa dikonfirmasidi lokasi saat itu. Menurut warga pagi hari baru ada petugas yang bertanggung jawab.

Akibat lebih melayani jergen berimbas pada tidak cukupnya pasokan BBM solar untuk kendaraan truk.

Setelah meliput kondisi SPBU Pombalowo, gemasulawesi.com dan sejumlah media lainnya bergeser ke SPBU Kelurahan Kampal.

Dampak dari pelayanan jergen berlebihan di SPBU Pombalowo mengakibatkan sejumlah sopir truk memilih untuk mengantri di SPBU Kampal.

“Disana hanya melayani jergen, mobil paling hanya lima diisi setelah itu katanya habis. Saya sempat tiga hari disana menunggu tidak dapat, akhirnya mengalah memilih bertahan di SPBU Kampal saja,” ungkapnya.

Baca Juga: Musnahkan Barang Kena Cukai Ilegal, KPPBC Palu Cegah Kerugian Negara Ratusan Juta Rupiah

Laporan: TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.