Soal Realokasi Anggaran Corona, Ini Arahan Pemerintah Pusat ke Gubernur Sulawesi Tengah

Soal Realokasi Anggaran Corona, Ini Arahan Pemerintah Pusat ke Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng)
Rapat melalui Vidcom yang diikuti Gubernur Sulawesi Tengah H. Longki Djanggola, dipimpin Mendagri bersama beberapa Menteri Kabinet Kerja terkait dengan Relokasi dan Rekofusing Anggaran, Jum'at 17 April 2020.

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi.comGubernur Sulawesi Tengah mendapatkan arahan terkait realokasi dan refokusing anggaran penanganan virus corona dari Pemerintah Pusat.

Rapat melalui Vidcom yang diikuti Gubernur Sulawesi Tengah atau Sulteng H Longki Djanggola dipimpin Mendagri bersama beberapa Menteri Kabinet Kerja terkait dengan realokasi dan rekofusing anggaran virus corona, Jum’at 17 April 2020.

Read More

Rapat koordinasi yang dilaksanakan diikuti 484 Gubernur, Bupati dan Walikota, Ketua DPRD, Menteri Kesehatan, Menteri Keuangan, Menteri Sosial dan Menteri Desa dan PDT.

Fokus pembahasan kebijakan relokasi dan rekofusing anggaran untuk penanganan virus corona sesuai dengan arahan Presiden RI berdasarkan Inpres Nomor 4 Tahun 2020.

Mendagri menyampaikan, fokus realokasi dan rekofusing anggaran virus corona difokuskan pada tiga hal yaitu untuk penanganan kesehatan, stimulus ekonomi dan jaring pengaman sosial.

Sesuai dengan evaluasi realokasi dan rekofusing anggaran virus corona daerah dari seluruh daerah untuk tiga komponen hanya sebesar Rp 56,57 T.

“Rincian realokasi anggaran virus corona adalah untuk bidang kesehatan 24, 10 T, untuk bidang stimulus ekonomi 7.129 T dan untuk jaring pengaman sosial 25,34 T,” ,” ungkap Mendagri Tito Karnavian.

Sementara itu, secara teknis Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani menyampaikan kebijakan di dalam relokasi dan rekofusing anggaran penanganan virus corona.

Diantaranya, virus corona sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia dan juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi dunia yang diproyeksikan sebesar 3,3 persen. Akibat virus corona diproyeksikan hanya sebesar 3 persen

Demikian juga untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020, diproyeksikan hanya hanya bisa bertumbuh hanya sebesar 2,3 persen. Dan kalau terjadi skenario terburuk bisa hanya 0,4 %. Diperkirakan penambahan masyarakat miskin dapat mencapai 1,1 juta imbas wabah virus corona.

Baca juga: Update Terkini, 24 Orang Positif Corona Sulawesi Tengah (Sulteng)

“Berikutnya, transfer keuangan ke daerah terkoreksi sesuai dengan target pertumbuhan ekonomi yang akan dicapai 2,3 persen akibat pandemi virus corona. Dan juga perkiraan penambahan jumlah masyarakat miskin sebesar 1,1 juta penduduk. Sehingga transfer bisa berkurang sampai dengan 10%,” jelas Sri Mulyani.

Menteri Keuangan mengharapkan agar anggaran virus corona dapat difokus pada tiga bidang antara lain, bidang Kesehatan, Jaring Pengaman Sosial dan Stimulus Ekonomi,

selanjutnya Menteri Keuangan menyampaikan alokasi DAK fisik dan non Fisik juga mengalami perubahan akibat virus corona. Sebelumnya DAK Fisik sebesar 72,25 T menjadi 51,19 T dan juga DAK non Fisik sebesar 130,28 T menjadi 128,77 T, pemotongan alokasi DAK fisik dan non fisik di kecualikan pada bidang Kesehatan dan bidang Pendidikan dan penyaluran DAK dilakukan dengan menyederhanakan persyaratannya.

Pemerintah akan memberikan insentif kepada tenaga medis dan dokter yang langsung ikut menangani virus corona. Untuk itu diharapkan daerah untuk menyampaikan alokasi dana insentif sesuai dengan data tenaga medis dan dokter yang menangani langsung perawatan pasien virus corona di daerah.

Menteri Keuangan menyampaikan Outlook APBD sesuai Pepres 54 tahun 2020. Diantaranya, jumlah pendapatan pada APBD seluruh indonesia sebesar Rp. 1.238,51 T menjadi Rp. 1.009,95 atau berkurang sebesar Rp. 228,56 T akibat virus corona.

“Jumlah Belanja Daerah sebesar Rp. 1.299,03 T menjadi Rp. 915,56 T atau berkurang menjadi 383,47 T,” tuturnya.

Selanjutnya Kepala BNPB Doni Monardo menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

Pertama, agar kepala Daerah dapat melibatkan seluruh perangkat daerah pusat di Daerah seperti TNI dan Polri.

Selanjutnya, update data penanganan Covid-19 di daerah dapat terkoordinir dari satu pintu.

“Terakhir, agar daerah dapat membentuk Sekretariat Gugus virus corona di daerah,” tutupnya.

Baca juga: Update Terkini, 24 Orang Positif Corona Sulawesi Tengah (Sulteng)

Laporan: Muhammad Rafii

banner 728x90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.