Soal Pendapatan, DPRD dan Manajemen RSUD Anuntaloko Parimo Beda Versi

Soal Pendapatan, DPRD dan Manajemen RSUD Anuntaloko Parimo Beda Versi
Illustrasi Pendapatan BLUD RS Anuntaloko Parimo
Jangan Lupa Share

Parimo, gemasulawesi.com Soal pendapatan rumah sakit, Komisi IV DPRD Parigi moutong (Parimo) dan manajemen RSUD Anuntaloko beda versi.

Menurut, Ketua Komisi IV DPRD Parigi Moutong, Feri Budiutomo, BLUD RSUD Anuntaloko masih memiliki piutang sekitar puluhan Miliar Rupiah. Dengan dana senilai itu dinilai mampu menyelesaikan polemik lambatnya pembayaran gaji perawat non PNS.

“Pasti bisa diselesaikan, kan RSUD Anuntaloko masih punya piutang sekitar 45 Miliar Rupiah. Hanya saja, itu masih sebatas angka di atas kertas, namun uangnya belum ada di kas, makanya masih dikatakan piutang. Terbesar itu dari BPJS,” ungkapnya belum lama ini.

Berbanding terbalik dengan pernyataan Kabag Keuangan BLUD RSUD Anuntaloko, Astar Baturangka. Dia mengatakan, anggaran pendapatan senilai 45 miliar Rupiah telah habis terpakai.

Baca juga: Soal Gaji, Perawat RSUD Mamasa Dan RSUD Anuntaloko Parimo Beda Sikap

Ia bahkan membantah keterangan Fery. Menurutnya, anggaran pendapatan BLUD RSUD Anuntaloko, yang berada dikisaran angka Rp 44,5 Miliar lebih, merupakan pendapatan murni dan telah terpakai untuk pembayaran segala kebutuhan operasional rumah sakit.

“Semua sudah habis terpakai, pengeluaran kan bukan hanya bayar gaji serta insentif perawat dan dokter. Kan ada operasional lain juga, jadi anggaran itu sudah habis, sudah tidak ada lagi,” terangnya.

Dia menuturkan, dari total target pendapatan senilai 60 Miliar Rupiah, hingga kini BLUD RSUD Anuntaloko baru memiliki pendapatan sekitar 45 Miliar Rupiah.

Ditanya terkait penyelesaian kisruh gaji tenaga perawat non PNS, ia menyampaikan pihaknya masih terus berkomunikasi dengan BPJS Kesehatan dan Pemerintah daerah (Pemda) untuk mencari solusi cepat dan tepat untuk mengatasi permasalahan yang di hadapi perawat BLUD RSUD Anuntaloko.

Baca juga: BLUD RSUD Anuntaloko Parimo Belum Bayar Jasa Medik Perawat

“Kan uang ini berputar pak, begitu ada yang masuk, kita bayarkan gaji, jasa, termasuk insentif dokter. Kami masih masih terus berkomunikasi dengan ketua dewan pengawas BLUD, untuk mencarikan solusi yang terbaik,” jelasnya.

Diketahui, dalam pengelolaan anggaran BLUD diberi keleluasaan dengan asas fleksibel. Bahkan, sejak lima tahun menjadi BLUD dengan asumsi pendapatan mencapai 60 Miliar Rupiah. Faktanya, hingga kini RSUD Anuntaloko belum mampu untuk berdiri sendri.

Hal ini, membuat sejumlah pihak menilai adanya potensi penyalahgunaan dalam pengelolaan anggaran RSUD Anuntaloko.

Baca juga: Gigit Jari, RSUD Anuntaloko Parimo Belum Bayar Gaji Perawat

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga saat ini BLUD RSUD Anuntaloko memiliki utang sekitar 21 Miliar Rupiah. Jumlah itu berdasarkan sisa utang tahun 2018 sekitar 2 Miliar Rupiah dan utang per September 2019 senilai 18 Miliar Rupiah.

Sedangkan, piutangnya sekitar 20 Miliar Rupiah, jumlah itu berdasarkan piutang hingga bulan September tahun 2019 senilai 14 Miliar Rupiah, dan piutang sejak tahun 2018 senilai 6 Miliar Rupiah.

Baca juga: Rekrutmen CPNS 2019, Mamuju Sulawesi Barat Dapat Kuota Delapan Formasi Guru

Laporan: Ahmad Nur Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post