fbpx

SMPN Dua Parigi Moutong Tidak Dapatkan Anggaran Rehabilitasi Pagar

waktu baca 3 menit
Kabid Pembinaan SMP, Disdikbud Parimo, Jalaluddin

Berita parigi moutong, gemasulawesiSMPN Dua Parigi Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah Sulteng dipastikan tidak mendapatkan program rehabilitasi pagar.

Sekitar 400 meter pagar pembatas SMPN Dua Parigi Kabupaten Parigi Moutong rubuh akibat bencana gempa beberapa waktu lalu.

Hal ini membuat para guru kesulitan melakukan pengawasan kepada siswanya, dan berharap dinas terkait dapat membantu untuk memfasilitasinya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Bidang SMP Jalalludin, kepada media ini, diruang kerjanya jumat, 04 januari 2019.

Ia mengatakan, tidak ada penganggaran di Dinas pendidikan Dan kebudayaan Kabupaten Parimo (Disdikbud), untuk pembangunan maupun rehabilitasi pagar sekolah.

Selain  tidak masuk dalam pagu anggaran dan perencanaan Disdikbud kata ia, hal tersebut juga sesuai dengan perintah Kementrian Pendidikan Nasional.

Juknis, terkait penganggaran untuk sekolah  yaitu bangunan lab, perpustakaan, rehab, tunjangan guru dan jamban.

“Kita bekerja sesuai pagu anggaran yang direncanakan, mungkin bisa dibangun dengan anggaran yang bersumber dari Komite,’ ujarnya.

Terkait gedung sekolah yang rubuh akibat gempa kata ia, berdasarkan hasil verifikasi tim teknis yang diterima pihaknya.

Tercatat sekitar tujuh sekolah SMP yang yang beberapa gedungnya masuk dalam kategori rusak berat akibat bencana gempa.

Berdasarkan hal tersebut, pihak Disdikbud telah mangajukan permohonan kepada kementrian dan dipastikan tahun ini akan mendapat bantuan rehabilitasi gedung langsung dari kementrian.

“Inshaallah segera terealisasi melalui dana DAK, dan kami hanya akan memantau hal tersebut, termaksud dua ruangan di SMP Neg 2 Parigi,” jelasnya.

Mencari bantuan untuk korban gempa lewat postingan di akun medsos menjadi alternatif pilihan bagi pemilik akun Fb Joko tole.

Berkat postingan data dan kondisi para warga pengungsi korban gempa bumi berkekuatan 7,7 SR, melalui Akun Facebooknya akhirnya ACT memberikan respon positif.

Pemilik akun Facebook Joko Tole, Edy Joko Waluyo (36) merupakan warga asal kota Jemberana Bali.

Baca: Kegiatan Seni, Fokus Pengembangan SMPN Satu Parigi Moutong

Kesehariannya berprofesi sebagai pedagang sayur keliling dan pengumpul barang bekas di seputaran Kota Parigi.

Gempa bumi yang diakibatkan pergeseran sesar Palu Koro berpusat di Teluk Palu, membuat kerusakan parah sejumlah rumah warga di wilayah Kota Parigi.

Beberapa saat pasca gempa tersebut, kabar Tsunami pun berhembus kencang. Hal ini sontak menimbulkan kepanikan warga saat itu.

Ditemui gemasulawesi.com, disela kesibukannya di Posko bencana ACT jalan trans Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parimo, Minggu, 21 Oktober 2018.

Ia mengatakan, dirinya saat itu belum tergabung dalam tim ACT bermaksud memberikan informasi terkait kondisi sejumlah rumah warga pasca gempa.

“Dibeberapa titik lokasi pengungsian sangat memprihatinkan, sehingga perlu data valid agar bantuan bisa merata dirasakan pengungsi,” tuturnya.

Memasuki Hari keempat pasca bencana, ia menyadari jika kebutuhan bahan makanan milik warga mulai menipis.

Sementara bantuan dari Pemerintah daerah setempat belum bisa disalurkan akibat berbagai persoalan teknis yang tidak diketahui.

Terkait hal itu, ia berupaya mencari bantuan donasi logistik dengan menghubungi kerabat maupun relasi yang berada di Propinsi lain pulau Sulawesi hingga ke luar pulau Sulawesi melalui postingan di akun Sosmed usai melakukan pendataan dititik-titik pengungsian lainnya.

Laporan: Aqil azizi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.