Jumat, April 23, 2021

SKIPM Palu Bekali Pembudidaya Parimo Pengetahuan Penyakit Ikan

Must read

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Palu bekali pembudidaya Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pengetahuan tentang penyakit ikan.

“Tujuan kegiatan ini, untuk menjamin tidak terjadi wabah penyakit di tempat budidaya, khususnya udang dan ikan,” ungkap Kepala Stasiun KIPM Palu, Khoirul Makmun usai kegiatan ekspose hasil pemantuan penyakit ikan karantina, di kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Parigi Moutong, Kamis 25 Maret 2021.

Pembekalan pembudidaya sangat diperlukan, sebab Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, merupakan salah satu kluster proyek nasional pengembangan budidaya, khususnya udang vaname.

Baca juga: Berdayakan Warga Lokal, Strategi Pemda Buol Budidaya Udang Vaname

Baca juga: Tim Gabungan Tangkap Dua Pelaku Pencurian Cengkeh di Banggai

Apalagi, tugas utama Stasiun Karantina Ikan adalah menjamin mutu dan keamanan hasil perikanan, serta bebas dari wabah penyakit.

“Penyuluh merupakan salah satu garda terdepan mengembangkan budidaya. Pasalnya, mereka sering bertemu pembudidaya,” jelasnya.

Baca juga: Samsurizal: Perikanan Budidaya Parigi Moutong Sangat Strategis

Baca juga: Parimo Mutakhirkan Dapodik Sarana Prasarana SD 2022

Pada era teknologi saat ini, para pembudidaya bisa langsung menghubungi stasiun karantina ikan ketika terjadi masalah terkait penyakit ikan.

Caranya, bisa melalui sebuah aplikasi yang diberi nama Pasigala. Dan bisa langsung di download lewat play store.

Kegiatan pembekalan ini, dilaksanakan dengan melibatkan beberapa pelaku usaha, pembudidaya dan penyuluh.

Baca juga: Gempa Getarkan Morowali, Kekuatan Magnitudo 3,9

Baca juga: Tim Gabungan Tangkap Dua Pelaku Pencurian Cengkeh di Banggai

Sebelumnya, SKIPM Palu juga bergerak cepat dengan melakukan pemantauan sebaran Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK) di tambak intensif percontohan di Buol, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.

Tujuan SKIPM, untuk meningkatkan ekspor sebesar 250 persen. Sesuai target yang di tentukan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.

Kepala Stasiun KIPM Palu, Khoirul Makmun mengatakan, hasil pemantauan ini kedepannya dapat menjadi pertimbangan menentukan strategi tepat manajemen kesehatan udang pada sistem budi daya intensif.

Baca juga: Mengenal Metrologi Legal

Baca juga: Pemda Siapkan 4 Juta Benih Udang Vaname Buol

­Laporan: Aldi

- Advertisement -spot_img

More articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article