Siswi SMP Digilir 5 Pria Usai Pesta Miras di Sulawesi Tenggara

waktu baca 2 menit
Ilustrasi Gambar

Berita Hukum, gemasulawesi – Siswi SMP berinisial NA digilir oleh 5 pria usai diajak pesta miras (minuman keras) di Kabupaten Konawe Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi, mengatakan pihaknya menangkap tiga dari lima pelaku pemerkosaan remaja tersebut.

Jadi, dari 5 pelaku pemerkosaan, tiga orang sudah ditangkap dan dua masih buron,” ucap AKP Fitrayadi dalam keterangannya, Selasa, 26 Juli 2022.

Ia menjelaskan, kasus tersebut bermula saat korban dan rekannya sedang bersantai sekitar pukul 21.00 WITA pada Minggu, 5 Juli lalu di balai desa. Tak lama kemudian, pelaku I dan IR tiba-tiba menghampiri korban dan mengajaknya ke sebuah rumah kosong.

Baca: BIN Sulawesi Tengah Lanjutkan Vaksinasi Lansia di Parigi Moutong

Sesampai di depan rumah kosong, pelaku mengajak korban dan pasangannya untuk pesta miras. Korban dan rekannya yang sudah diajak tidak menolak ajakan tersebut dan ikut pesta miras dengan pelaku.

Setelah asyik dengan minuman tersebut, rekan korban pamit keluar untuk memanggil rekannya yang lain. Korban sendiri wanita dalam pesta miras tersebut.

“Jadi korban dan temannya tidak berpikir lama, mereka langsung mabuk. Tapi setelah minum, teman korban meminta izin untuk pergi dan mencari teman-temannya, pada akhirnya korban yang sendirian cewek di rumah kosong itu,” kata Fitrayadi.

Pelaku I dan IR tanpa pikir panjang langsung memaksa korban untuk berhubungan badan karena korban sudah seorang diri wanita ditempat itu. Bahkan, pelaku LR meminta tiga rekannya yakni AY, HN dan AN untuk ikut memerkosa korban.

Fitrayadi mengatakan, pertama dua orang memaksa korban siswi smp itu untuk berhubungan badan, dan ketika mereka melakukannya, tiga pelaku lainnya datang dan bergilir memperkosa korban.

Usai melakukan aksi bejat tersebut, para pelaku kabur. Sementara itu, korban yang diperkosa pulang ke rumah untuk melapor ke orang tuanya. Orang tua korban tidak terima anaknya diperkosa dan melaporkan ke polisi.

Polisi yang menerima pengaduan itu menindaklanjuti dan menangkap tiga pelaku di beberapa lokasi berbeda pada Sabtu 23 Juli dan Minggu 24 Juli. Ketiga pelaku sejak itu telah ditangkap untuk tindakan hukum lebih lanjut.

“Kami menangkap tiga dan masih masih mencari dua sisanya. Atas perbuatan ini, pelaku dijerat dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” jelas AKP Fitrayadi. (*/Ikh)

Baca: Tanggul Jebol Picu Banjir Dua Desa di Wilayah Kecamatan Tomini

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.