Seorang Tahanan Kabur Dari Rutan Olaya Parigi Moutong

waktu baca 2 menit
Tahanan Kabur Dari Rutan- Plt Kepala Rutan Olaya Kabupaten Parigi Moutong menjelaskan kronologis kaburnya seorang tahanan Rutan Olaya Parigi Moutong, di Kantor Rutan Olaya, Senin, 16 Desember 2019, GemasulawesiFoto/MuhammadRafii

Parigi moutong, gemasulawesi.com Seorang tahanan berhasil melarikan diri dari Rumah tahanan atau Rutan Olaya Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

“Tahanan berinisial “G” berumur 28 tahun asal Cilacap, berhasil melarikan diri pada Minggu 15 Desember 2019,” ungkap Agustinus, Plt. Kepala Rutan Olaya Parigi Moutong, Senin, 16 Desember 2019.

Ia menjelaskan, tahanan berhasil melarikan diri dari Rutan Olaya pada Minggu dini hari. Tahanan berhasil keluar dari kompleks Rutan dengan cara memanjat pagar tembok.

Tahanan itu kata dia, berhasil keluar tanpa diketahui penjaga yang saat itu sedang berjaga. Ia mengakui tidak menyangka tahanan itu akan kabur. Pasalnya, selama ini tahanan sudah mendapat kepercayaan dari pegawai Rutan Olaya.

“Tahanan itu sudah dipercaya mengelola koperasi dalam Lapas. Namun dengan kejadian ini, kami akan lebih berhati-hati lagi,” tuturnya.

Baca juga: Ini Hasil Seleksi Administrasi CPNS Provinsi Sulawesi Barat 2019

Ia menceritakan, awalnya pihaknya pada Sabtu malam 14 Desember 2019 sudah mengecek kondisi dalam Rutan Olaya. Tahanan itu masih berada dalam selnya.

Namun, pada pagi hari Minggu 15 Desember 2019, ia mengaku kaget tahanan sudah tidak ada dalam Rutan Olaya. Setelah pengecekan ke cctv Rutan, terlihat tahanan itu menggunakan sarung yang diikat memanjang sampai mencapai tinggi tembok Rutan untuk dipakai melarikan diri.

Walaupun keamanan Rutan Olaya yang berlapis, tahanan masih bisa melarikan diri. Tembok Rutan bagian dalam yang terbuat dari besi yang tajam hingga tembok Rutan bagian luar setinggi tujuh meter dan kawat setinggi satu meter tidak menjadi penghalang.

“Terlihat dalam cctv Rutan Olaya Parigi Moutong, tahanan itu setelah berhasil keluar dari Rutan masih sempat jalan lalu-lalang sebelum akhirnya pergi meninggalkan kawasan Rutan,” jelasnya.

Pihaknya langsung berinisiatif menyurat ke Polres Parimo untuk melakukan pencarian tahanan yang kabur.

Sempat dilakukan pengejaran bersama Kepolisian setempat hingga ke pelabuhan Taipa Kota Palu, sesuai informasi awal yang diterima. Namun, hasilnya nihil.

“Rencananya, internal dari Kemenkumham wilayah Sulteng akan melakukan pemeriksaan, sebelum bukti potongan sarung sarana melarikan diri tahanan diamankan,” terangnya.

Ia menghimbau tahanan yang kabur untuk dapat kembali ke Rutan Olaya untuk menjalani sisa masa tahanannya.

Ia menambahkan, apabila tidak segera kembali menyerahkan diri, maka tahanan akan ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) seumur hidup.

Baca juga: Fakta Sidang Ungkap Hantje Dan Bupati Parigi Moutong, Samsurizal Tombolotutu Sering Bertemu

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.