Seorang Pria Ditangkap Polisi Usai Melakukan Pencurian Senapan di Bali

waktu baca 3 menit
(Foto Ilustrasi)

Hukum, gemasulawesi – Seorang pria bernama Umaro Alias Marok umur 25 tahun, ditangkap Kepolisian Polsek Sukasada, Buleleng, Bali, karena nekat melakukan pencurian 23 pucuk senapan angin di Toko Lubdaka, Jalan Jelantik Gingsir, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali demi biaya pernikahan.

Umaro Alias Marok nekat melakukan pencurian senapan di Toko Lubdaka, Jalan Jelantik Gingsir, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali karena terdesak untuk digunakan biaya melangsungkan pernikahan.

“Motifnya modal nikah,” ucap AKP Gede Sumarjaya, Humas Polres Buleleng, Jumat 27 Mei 2022.

Kejadian bermula dari seorang korban bernama Putu Hardi Pertama yang melaporkan hilangnya sebuah senapan angin dari tokonya. Saat itu, sekitar pukul 10.00 WITA pada 1 Januari, adik korban, Gede Widiastawa, membuka tokonya dan melihat pintu rol sudah terbuka dan gagang kuncinya rusak. Setelah diperiksa, hingga 23 pucuk senapan hilang.

Baca: Kokain Seberat 179 Kilogram Diduga Berasal Dari Jaringan Amerika Latin

Diantaranya sembilan senapan Sangatha, dua senapan BSA, tiga senapan FX Frow, satu senapan APC, satu senapan Ruger, satu senapan TSC, dua senapan Benjamin Marunder, dua senapan Lubdaka 117 dan dua senapan angin Predator serta perlengkapan memancing.

“Atas kejadian tersebut, korban mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 105 juta,” ucapnya.

Sementara polisi melakukan penyidikan dan berdasarkan keterangan para saksi dan juga TKP, pelaku pencurian barang tersebut dilakukan oleh dua orang dan menunjuk nama satu orang yaitu Marok dan Agus Manaf yang bertempat tinggal di Banjar, Dinas Desa Pegayaman, Buleleng, Bali.

Dengan informasi tersebut, polisi langsung menangkap pelaku Marok pada hari Senin 1 Mei 2022, sekitar pukul 01.00 WITA, saat berada di Taman Bung Karno Sukasada, Buleleng.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan, Marok mengaku membawa senapan dan beberapa pancing. Dia melakukannya bersama Agus Manaf yang diketahui tewas gantung diri.

“Dengan melakukan aksi pengambilan barang, mereka memiliki peran masing-masing. Pelaku Marok ditugaskan menggunakan sepeda motor yang mengantar Agus Manaf ke TKP dan saat Agus Manaf sampai di depan toko, Agus Manaf turun dari motor. Sementara Marok menunggu di depan Taman Bung Karno untuk melihat situasi, jika berhasil, Agus Manaf akan memanggil Marok,” katanya.

Setelah Agus Manaf berhasil mendapatkan barang dari toko, Agus Manaf menelepon Marok untuk menjemputnya. Dia juga meninggalkan toko dengan sebungkus senapan angin, sekitar 10 di antaranya, dan meletakkannya di bagian depan sepeda.

Setelah itu, Agus Manaf kembali ke toko dan mengambil dua koper berisi senapan angin dan meletakkannya di bagian belakang sepeda motor. Kemudian barang-barang tersebut dibawa ke rumah Agus Manaf.

“Setelah berhasil menyimpsn barang-barang di rumah Agus Manaf, mereka kembali lsgi ke TKP dan mengambil satu pak senapan angin yang berjumlah sekitar 10 dan dibawa kembali ke rumah Agus Manaf,” jelasnya.

Sementara itu, dari seluruh barang yang dibawa pelaku, hanya tersisa satu senapan angin laras panjang Sangatha. Menurut Marok, ia menerima dua senjata dan ditambah Rp 2 juta. Marok menjual senjata itu seharga Rp 1 juta. per unit dan semuanya digunakan untuk modal pernikahan.

Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan, terdakwa dapat diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 (1) ke 4 KUHP dengan pidana penjara paling lama 7 tahun. (*)

Baca: Banjir di Desa Olu Kabupaten Sigi Akibat Luapan Sungai Lambosa

Kunjungi Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.