Data 3 Januari 2020, Bertambah 31 Pasien Sembuh Covid Sulteng

16693
Jangan Lupa Share

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi- Satgas covid 19 Sulteng menyebut terdapat tambahan 31 pasien sembuh dari virus corona periode 3 Januari 2020.

Tercatat sudah 2033 orang di Sulteng sembuh dari covid 19 per 3 Januari 2021. Secara keseluruhan, pasien sembuh akumulasinya 54,36 persen dari jumlah kasus konfirmasi positif.

Sementara kasus kematian akibat wabah covid 19 bertambah tiga kasus menjadi 112 jiwa.

Data itu menunjukkan angka kematian atau case fatality (CFR) Covid 19 di Sulteng adalah 2,96 persen.

Sulteng juga mencatat 1605 pasien Covid 19 masih dalam perawatan medis.

Baca juga: Covid Sulteng 2 Januari 2021, Satgas Catat Puluhan Kasus Baru

Update Covid 19 Sulteng 3 Januari 2021, Satgas catat 67 kasus baru positif virus corona.

Kasus positif covid per 3 Januari 2021, tersebar di delapan kabupaten dan kota di Provinsi Sulteng.

Diantaranya, Kota Palu 38 kasus, Parigi Moutong 11 orang, Morut dua orang, Donggala satu orang, Sigi satu orang, Poso sembilan orang, Tolitoli empat orang dan Touna satu orang.

Tambahan 67 kasus baru itu menambah kumulatif Covid Sulteng periode 3 Januari 2021, totalnya 3750 orang.

Baca juga: Data 2 Januari 2020, Ribuan Orang Sembuh dari Covid 19

Kemenkes Sebut Vaksinasi Covid 19 Mulai Pertengahan Januari 2020

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan vaksinasi Covid 19 di Tanah Air akan dimulai pada minggu kedua atau pertengahan bulan Januari 2021.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Vaksin Covid 19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.

Siti Nadia mengatakan pihaknya optimistis jadwal pemberian vaksin tak akan molor dari jadwal yang sudah ditentukan.

“Kami rasanya cukup optimis bisa sesuai dengan jadwal atau penjajakan yang sudah disusun bahwa vaksinasi bisa dimulai minggu kedua atau ketiga Januari 2021,” kata Siti Nadia dalam konferensi persnya pada Minggu 3 Januari 2020.

Baca juga: Vaksinasi Covid 19 Mandiri Bagi Masyarakat Mampu

Siti Nadia mengatakan, ada sejumlah masyarakat yang akan menjadi prioritas untuk diberikan vaksinasi Covid 19 pada tahap pertama.

Pertama, adalah tenaga kesehatan atau nakes yang akan menjadi prioritas utama. Kedua, yakni petugas publik. Ketiga, orang tua yang sudah lanjut usia atau lansia.

Nadia mengaku optimistis karena melihat perkembangan uji klinis di Turki dan Brazil yang menunjukkan hasil yang cukup baik.

Selain itu, uji klinis yang dilakukan oleh Universitas Padjajaran juga berjalan positif, sehingga dirinya meyakini jadwal vaksinasi tidak akan molor.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksinasi Covid 19 akan rampung dalam 15 bulan atau selesai pada Maret 2022 mendatang.

Pihaknya menargetkan penerima vaksin sampai periode itu bisa mencapai 181,5 juta orang. Dia menjelaskan program vaksinasi Covid 19 ini akan dibagi menjadi dua periode.

Periode pertama akan dilakukan pada Januari hingga April 2021. Selama periode tahap pertama, akan diberikan kepada 1,3 juta tenaga kesehatan yang tersebar di 34 provinsi.

Lalu, vaksin Covid 19 juga akan diberikan kepada 17,4 juta petugas publik. Jika vaksin tersebut terbukti aman, maka akan dilanjutkan dengan memberikan kepada kelompok lansia.

Baca juga: Sejarah Vaksinasi Massal di Indonesia

Laporan: Muhammad Rafii

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post