Covid 19 Sulteng Hari Ini, 52 Pasien Sembuh

Covid 19 Sulteng Hari Ini, 52 Pasien Sembuh
Foto: Update Covid 19 Sulteng 5 Januari 2021.
Jangan Lupa Share

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi- Satgas covid 19 Sulteng menyebut terdapat tambahan 52 pasien sembuh dari virus corona periode 5 Januari 2021.

Tercatat sudah 2162 orang sembuh dari covid 19 di Sulteng. Secara keseluruhan, pasien sembuh sebanyak 54,2 persen dari jumlah terkonfirmasi positif covid 19.

Sementara kasus kematian akibat wabah covid 19 bertambah tiga kasus menjadi 118 jiwa.

Data itu menunjukkan angka kematian atau case fatality (CFR) Covid 19 di Sulteng adalah 3,0 persen.

Sulteng juga mencatat 1616 pasien Covid 19 masih dalam perawatan medis.

Update Covid 19 Sulteng 5 Januari 2021, Satgas catat 94 kasus baru dan tiga orang meninggal akibat pandemi virus corona.

Kasus positif covid per 5 Januari 2021, tersebar di sepuluh kabupaten dan kota di Provinsi Sulteng.

Diantaranya, Kota Palu 35 kasus, Parigi Moutong tujuh orang, Morowali 10 orang, Donggala dua orang, Sigi dua orang, Morut empat orang, Tolitoli 20 orang, Banggai empat orang, Banggai Kepulauan enam orang dan Touna empat orang.

Tambahan 94 kasus baru itu menambah kumulatif Covid 19 Sulteng periode 5 Januari 2021, totalnya 3896 orang. Atau 0,5 persen dari jumlah terkonfirmasi nasional.

Baca juga: Izin Penggunaan Darurat Vaksin, Butuh Kepastian Keamanan dan Mutu

Pengawasan Mutu Vaksin COVID 19 Menerapkan Standar Internasional

Dalam proses penerbitan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin COVID 19, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) menggunakan standar penilaian mutu yang berlaku secara internasional. Termasuk mengikuti perkembangan uji klinis di berbagai negara.

“Salah satu diantaranya adalah melalui inspeksi langsung ke sarana produksi vaksin Coronavac,” jelas Juru Bicara Vaksinasi COVID 19 Lucia Rizka Andalusia di Jakarta, Senin 4 Januari 2021.

Berdasarkan hasil evaluasi pengawasan mutu tersebut, Badan POM memastikan vaksin tidak mengandung bahan-bahan berbahaya seperti pengawet, boraks dan formalin.

Dalam proses evaluasi untuk penerbitan EUA, Badan POM melakukan kajian bersama Komite Nasional Penilai Obat serta tim ahli bidang imunologi dan vaksin yang tergabung dalam Indonesian Technical Advisory Group on Immunitation, dan juga tim ahli lainnya yang terkait.

Baca juga: Dunia Kesehatan Sambut Positif Vaksin Covid 19 di Indonesia

Evaluasi dilakukan terhadap data dukung keamanan, khasiat dan mutu yang disampaikan oleh industri farmasi pendaftar, yang diperoleh dari hasil penelitian dan pengembangan produk vaksin termasuk uji kliniknya.

Apabila berdasarkan hasil evaluasi vaksin COVID 19 memenuhi syarat keamanan, khasiat dan mutu serta pertimbangan bahwa kemanfaatan jauh lebih besar dari risiko, barulah EUA dapat diterbitkan.

Lalu, untuk mempercepat program vaksinasi COVID 19 secara nasional, pendistribusian vaksin sudah mulai dilaksanakan. Hal ini sebagai langkah persiapan bagi petugas-petugas di daerah.

Baca juga: Prof Sri: Vaksinasi Standar Kesejahteraan Sebuah Negara

Meski demikian vaksin baru bisa digunakan setelah mendapat EUA dari Badan POM sesuai yang diatur Peraturan Presiden No. 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID 19).

Aspek lain yang juga menjadi pengawalan Badan POM ialah mutu vaksin di sepanjang jalur distribusi mulai keluar dari industri farmasi hingga digunakan dalam pelayanan vaksinasi kepada masyarakat.

Hal ini penting, karena vaksin produk yang rentan rusak apabila penyaluran tidak sesuai persyaratan yaitu 2 – 8 derajat celsius.

“Pengawasan dan pemantauan mutu vaksin melalui sampling berbasis risiko, dan pengujian oleh Unit Pelaksana Teknis Badan POM di seluruh Indonesia terhadap sarana industri, distribusi dan instalasi farmasi provinsi, instalasi kabupaten atau sarana pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Proses pemberian vaksin tentunya akan dilakukan bertahap dan memerlukan waktu. Dan saat pelaksanan vaksinasi, masyarakat diminta berpartisipasi aktif dalam pelaksanaannya.

“Sambil menanti proses vaksinasi, masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, menajga jarak dan mencuci tangan dengan sabun,” tutupnya.

Baca juga: Badan POM Kawal Keamanan Khasiat dan Mutu Vaksin Covid 19

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post