Seleksi CAT CPNS Parigi Moutong Resmi Dilaksanakan

  • Whatsapp
Seleksi CAT CPNS Parigi Moutong Resmi Dilaksanakan
Peserta ujian CAT CPNS Parigi Moutong sesi pertama

Parigi moutong, gemasulawesi.comPelaksanaan seleksi CAT CPNS Parigi Moutong untuk penerimaan tahun 2019 secara resmi dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan BKN.

“Semoga peserta dalam menjalani seleksi CAT CPNS Parigi Moutong bisa menyelesaikan ujian dengan baik dan lolos ke tahap berikutnya,” ungkap Wakil Bupati Parigi Moutong, H Badrun Nggai saat meninjau lokasi tes CAT CPNS Parigi Moutong di Auditorium Kantor Bupati, Selasa 25 Februari 2020.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, ujian CAT CPNS itu tergantung dari usaha masing-masing peserta. Tidak ada saling membantu, tidak ada istilah anak pejabat. Sehingga, tidak usah ragu dan semua harus optimis.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Parigi Moutong, Ahmad Syaiful, mengatakan pada hari pertama pelaksanaan ujian CAT CPNS berjalan lancar. Walaupun masih ada kendala kecil, namun bisa teratasi.

Ribuan peserta yang mengikuti ujian CPNS bukan hanya berasal dari kabupaten Parimo. Mereka berasal dari sejumlah wilayah di Indonesia. Namun, yang terbanyak dari Sulawesi Tengah (Sulteng).

Menurut Syaiful, peserta seleksi CPNS membludak tidak sama dengan tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 2800 orang. Hal itu disebabkan karena di beberapa daerah tidak mendapat formasi CPNS di tahun 2020.

“Poso tidak dapat, Kota Palu tidak dapat formasi, provinsi juga tidak, kabupaten Banggai juga tidak. Disamping itu formasi terbanyak hanya kita (Parimo),”ungkapnya.

Ia mengungkapkan, jumlah terbanyak hanyalah Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 200 formasi. Kabupaten lain seperti Kabupaten Sigi hanya 130, Kabupaten Tojo Una-una 100 lebih.

Ia menjelaskan, 200 formasi itu terdiri dari tenaga pendidik sebanyak 139, tenaga kesehatan 38, tenaga teknis 18, dan penyuluh pertanian lima. Apabila dihitung presentase peluang lulus hanya 3,7 persen saja yang akan diterima dari 5316 peserta.

Pada saat registrasi peserta sesi pertama, beberapa peserta terpaksa ditolak masuk. Karena keterlambatan waktu dan yang kedua karena syarat administrasinya tidak dipenuhi.

“Ada yang tidak membawa KTP. Itu adalah ranah Panselnas. Kita sebagai Panselda tidak bisa mengintervensi kebijakan, SOP yang sudah di tetapkan oleh Panselnas,” jelasnya.

Pihaknya menepis adanya kecurangan yang terjadi di pelaksanaan ujian CPNS itu, panselda tidak dibolehkan berada di ruangan selama pelaksanaan ujian. Ruangan ujian steril, setelah selesai akan kembali disegel. Kemudian servernya juga disegel.

“Pelaksanaan dibagi per sesi sebanyak 300 peserta. Hari ini ada empat sesi, sebanyak 1200 orang. Hari kedua dan hari ketiga ada 1500,” tutupnya.

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *