Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Sekolah Kader Pengawas Partisipatif, Upaya Tingkatkan Partisipasi Masyarakat

Sekolah Kader Pengawas Partisipatif, Upaya Tingkatkan Partisipasi Masyarakat
Foto: Ketua Bawaslu RI, Abhan.

Gemasulawesi– Bawaslu RI menggelar Sekolah Kader Pengawas Partisipatif 2021. Tujuannya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawal proses pesta demokrasi di Indonesia.

“Itu merupakan program prioritas Bawaslu RI, yang dilaksanakan di beberapa kabupaten/kota. Salah satunya di Sulawesi Tengah, ditempatkan di empat titik salah satunya Parigi Moutong,” ungkap Ketua Bawaslu RI, Abhan saat ditemui usai meninjau pelaksanaan SKPP di Parigi Moutong, Selasa 24 Agustus 2021.

Partisipasi dimaksud kata dia, mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak suaranya pada pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu).

Baca juga:  Berita Sulawesi Tengah Terkini, Wagub Harap Angka Partisipasi Pemilih Meningkat

Kemudian, mengawasi seluruh tahapan Pemilu, sehingga berjalan sesuai aturan tanpa pelanggaran baik dari pihak penyelenggara Pemilu, hingga saat pelaksanaan pemilihan.

“Kami menyadari tugas Bawaslu pada pelaksanaan Pemilu 2024, sangat berat. Sehingga kami membutuhkan partisipasi masyarakat,” kata dia.

Menurut dia, peserta Sekolah Kader Pengawas Partisipatif nantinya akan menjadi pionir atau simbol-simbol ditengah masyarakat, yang akan memberikan edukasi, pendidikan politik dan pelanggaran Pemilu seperti politik uang hingga ujaran kebencian.

“Peserta SKPP bukan merupakan perpanjangan tangan sebagai lembaga formalnya, karena Bawaslu memiliki lembaga formal terbatas,” ujarnya.

Dia menyebut, Pemilu merupakan hajat seluruh pihak, semakin banyak Pemilu itu diawasi, akan menutup ruang peserta untuk berbuat curang.

Baca juga: Insentif Hilang, Puluhan Kader Posyandu Mengadu ke DPRD Parimo

Pelaksanaan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif ini kata dia, telah dilaksanakan sejak tiga tahun sebelumnya. Pada tahun pertama dilaksanakan secara terbatas sebagai pilot project, tahun kedua secara virtual karena tingginya Pandemi Covid-19.

Di tahun ketiga dilaksanakan dengan jumlah peserta Sekolah Kader Pengawas Partisipatif terbanyak secara langsung dan virtual, dengan standar protokol kesehatan ketat.

“Peran ini akan sangat penting nantinya, untuk bersama melakukan edukasi kepada masyarakat,” tuturnya.

Baca juga: Angka Partisipasi Pemilih Parimo Meningkat Empat Persen

Peserta asal Donggala juga ikut serta kegiatan ini

Sementara itu, Devisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Parigi Moutong, Fatmawati mengatakan, pelaksanaan kegiatan di Sulawesi Tengah berpusat di Parigi Moutong, bersama sejumlah peserta berasal dari wilayah Donggala.

Menurutnya, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan standar protokol kesehatan ketat. Sebelum kegiatan para peserta harus menjalani tes rapid antigan Covid19.

Baca juga: Bangsa Indonesia Diminta Rawat Keberagaman Suku

“Hasil tes rapid antigen kemarin, ada tiga orang reaktif kami langsung tindaklanjuti dengan memfasilitasi mereka kembali pulang ke Donggala. Mereka mengikuti mengikuti kegiatan secara virtual,” jelasnya.

Diketahui, program itu dilaksanakan selaras dengan amanah undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Baca juga: Pemerintah Minta Masyarakat Awasi Penyaluran Bansos Masa PPKM Darurat

Laporan: Novita Ramadhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post