Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Sekda Parigi Moutong Jadi Inspektur Upacara HUT RI ke 76

Sekda Parigi Moutong Jadi Inspektur Upacara HUT RI ke 76
Foto: Pelaksanaan upacara bendera HUT RI di Parigi Moutong.

Gemasulawesi- Sekda Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Zulfinasran Ahmad bertindak sebagai inspektur Upacara HUT RI ke 76. Bupati dan wakil bupati dikabarkan sakit, hingga tak bisa hadiri kegiatan itu.

“Bupati dan Wakil Bupati berhalangan hadir,” ungkap Kabag Prokopim Setda Parigi Moutong, Aidar Lapato kepada wartawan, Selasa 17 Agustus 2021.

Aidar Lapato mengatakan, kedua kepala daerah baik Bupati dan Wakil Bupati tidak bisa bertindak sebagai Inspektur upacara HUT RI ke 76, dikarenakan terkendala dengan kesehatannya.

Baca juga: Pemkot Palu Gelar Upacara HUT RI Secara Virtual

Dia menjelaskan, dari jauh hari telah dipastikan Bupati H. Samsurizal Tombolotutu tidak dapat hadiri, karena terkonfirmasi positif covid19.

“Wakil Bupati H Badrun Nggai, juga dalam kondisi sakit tetapi belum ada konfirmasi terkait apakah terpapar atau disebabkan penyakit dideritanya,” tuturnya.

Wakil Bupati mengabarkan tidak bisa menjadi inspektur Upacara HUT RI ke 76, satu hari menjelang hari pelaksanaan.  

Mendengar informasi itu, maka langsung berkoordinasi dengan Sekda untuk menjadi inspektur Upacara HUT RI ke 76. Dan beliau kemudian setujui.

Baca juga: Kelahiran 17 Agustus, Dapat Reward Perpanjangan SIM Polda Sulawesi Tengah

Pelaksanaan upacara berpedoman pada surat edaran Menteri

Dia menuturkan, terkait pelaksanaan upacara pihaknya berpedoman pada surat edaran Menteri dalam negeri yang terakhir. Jumlah peserta upacara diatur dalam edaran itu maksimal 10 persen dari jumlah sebelumnya.

“Upacara sebelumnya jumlah peserta yang berad di panggung sebanyak 200 orang, tetapi karena di batasi hanya bisa menghadirkan 20 orang saja,” jelasnya.

Ia menambahkan, upacara ini dilakukan secara virtual tanpa menghadirkan kepala OPD beserta jajarannya di lokasi pelaksanaan halaman kantor Bupati.

Hal itu, sesuai surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang terakhir usai tiga kali perubahan, tentang teknis pelaksanaan upacara.

Dalam surat edaran itu, jumlah peserta di panggung utama dibatasi hingga maksimal 10 persen dari biasanya. Pasukan pun sebelumnya 10 orang dalam satu regu, namun tidak seluruhnya bisa dihadirkan.  

“Jadi yang hadir ini pimpinan Forkopimda dengan menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya.

Penaburan bunga untuk mengenang para pahlawan juga dilaksanakan secara virtual. Acaranya tanpa upacara, namun langsung melakukan tabur bunga dan do’a, dan dilakukan Sahbandar Pelabuhan Parigi, Kepolisian, TNI dan Pemda.

“Artinya ini langkah antisipasi, sebab jangan ketika tetap dipaksakan beberapa minggu kedepan ada klaster baru lagi,” pungkasnya. (***)

Baca juga: Ahmad Saiful: Lokasi Ujian CAT CPNS Parigi Moutong Sudah Siap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post