Banner Dinkes 2021 (1365X260)

Sekda Minta Perketat Penanganan Lima Klaster Covid19 Parigi Moutong

Sekda Minta Perketat Penanganan Lima Klaster Covid19 Parigi Moutong
Foto: Sekda Parigi Moutong, Zulfinasran Ahmad.

Gemasulawesi- Sekda Parimo, Sulawesi Tengah, Zulfinasran Ahmad meminta Tim Satgas kembali memperketat penanganan lima klaster covid19 untuk menekan laju pandemi.

“Tahun lalu kita sudah pernah menyusun lima klaster harus kita tindaklanjuti. Saya berharap ada bertanggung jawab dan mengkoordinir hal itu,” ungkap Zulfinasran mewakili Bupati Parimo, saat rapat teknis Satgas penanganan Covid19, bertempat di Aula lantai II Kantor Bupati, Kamis 5 Agustus 2021.

Dia menyebut, penanganan lima klaster covid19 itu adalah klaster pemerintahan, klaster perdagangan, klaster kesehatan, klaster pendidikan dan klaster keagamaan.

Baca juga: Ombudsman Sarankan Pemerintah Perhatikan Progres Vaksinasi

Penanganan lima klaster covid19 diantaranya klaster pemerintahan. Satgas harus memantau akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan seperti jam kerja, masalah apel pegawai dan lain sebagainya.

“Harus ada yang ditunjuk sebagai penanggungjawab dalam menangani klaster itu,” ujarnya.

Lima klaster covid19 lainnya adalah klaster perdagangan. Ia menyebut harus segara ditunjuk orang-orang bertanggung jawab untuk menertibkan atau mengaktifkan perdagangan dengan tetap mematuhi Protokol kesehatan (Prokes).

“Untuk klaster Kesehatan, siapa mengkoordinir, berapa Tenaga Kesehatan (Nakes). Jika terjadi lonjakan covid19 terdapat Nakes Positif, siapa yang menjadi cadangan. Hal-hal itulah harus disiapkan kesehatan,” ungkapnya.

Saat ini kata dia, ada ratusan orang Nakes telah di SK-kan untuk menangani covid19. Harus ada langkah antisipasi dilakukan, apabila 50 persen Nakes terkonfirmasi positif.

Sebagai solusi, daerah dapat menggunakan relawan covid19, dari kalangan anak muda yang memiliki dasar keperawatan.

“Tahun kemarin saya minta mereka di data semua, siapa yang mau dijadikan Relawan covid19,” ujarnya.

Baca juga: Target Zona Hijau Penanganan Covid19, Pemkot Palu Sempurnakan Lock Mikro Efektif

Penanganan klaster covid19 pendidikan

Selain itu, pada klaster pendidikan pihaknya tidak melihat pengaturan tentang kendala pembelajaran online Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Meski masih ditemukan pelajar kesulitan melakukan pembelajaran secara online, karena tidak memiliki handphone.

“Itu sebabnya melalui Dinas Kominfo kita sudah menyediakan internet sampai di desa dan kecamatan. Inilah pola harus kita tarik satu persatu sampai ke bawah,” imbuhnya.

Ia menambahkan, klaster keagamaan sangat penting untuk dibahas karena banyak menjadi persoalan. Utamanya pembatasan dalam pelaksanaan ibadah di masa pandemi covid19.

Baca juga: Darurat Corona Akan Berakhir, Kota Palu Tetap Perketat Perbatasan

Laporan: Novita Ramadhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post