Sejumlah Proyek Puskesmas Di Parigi Moutong, Terancam Putus Kontrak

Sejumlah Proyek Puskesmas Di Parigi Moutong, Terancam Putus Kontrak
Proyek pekerjaan Puskesmas Sumber Sari (Foto: Rafii)

Parigi moutong, gemasulawesi.com Sejumlah proyek pekerjaan pembangunan Puskesmas di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), terancam pemutusan kontrak pekerjaan.

Hal itu disampaikan kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, saat di temui media ini usai menghadiri sidang paripurna penetapan Ranperda RAPBD tahun 2020 di kantor DPRD Parimo. Selasa, 26 November 2019.

Read More

“Menurut Kepres, kalau lewat jangka waktu, atau pengerjaan belum selesai sesuai kontrak yang disepakati, kami masih harus memberi kesempatan sekitar 50 hari lagi, untuk penyelesaiannya. Dengan catatan, diberlakukan denda,” ungkapnya.

Dia menegaskan, pekerjaan yang tidak selesai hingga batas waktu kompensasi yang diberikan, diberi sanksi pemutusan kontrak. Kata dia, kompensasi waktu penyelesaian pekerjaan tidak diberikan terhadap proyek yang progres pekerjaannya dibawah 80 persen, saat disesuaikan waktu pekerjaan yang disepakati dalam kontrak.

Baca juga: Lebih Parah, Diperkirakan Progres Pekerjaan Puskesmas Sumber Sari Dibawah 50 Persen

Selain itu lanjut dia, pemerintah juga akan melakukan pengurangan pembayaran terhadap proyek pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB, yang menyebabkan kualitas pekerjaan tidak sesuai standar yang diinginkan.

“Kita ikuti saja dulu alurnya sesuai aturan, kalau pekerjaan dibawah 80 Persen, langsung kita putus kontrak. Sejauh ini, Puskesmas Ongka saya pastikan dapat selesai 100 persen pada waktu yang ditetapkan. Kecuali proyek diwilayah selatan, kemungkinan besar lewat, tapi tidak lama,” terangnya.

Dia menambahkan, isu terkait adanya praktek monopoli proyek pembangunan Puskesmas di Parigi Moutong Sulawesi Tengah bersumber dari APBD tahun anggaran 2019, yang berhembus di sejumlah kalangan, tidak benar.

Menurut dia, pengerjaan sejumlah proyek terkait Puskemas tahun 2019, dikerjakan kontraktor yang berbeda.

“Tidak ada hal seperti itu, setiap pekerjaan proyek puskesmas ini berbeda-beda kontraktor pelaksananya,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi dihimpun media ini hingga Selasa, 26 November 2019, progres pekerjaan beberapa proyek pembangunan puskesmas yang tersebar di beberapa titik wilayah Parigi Moutong Sulawesi Tengah, terbilang lambat.

Pasalnya, dengan waktu pekerjaan yang hanya menyisakan sekitar 25 hari, pekerjaan pembangunan puskesmas di beberapa titik, dinilai memiliki persentase progres pekerjaan yang masih jauh dari target penyelesaian.

Hal itu juga terungkap saat tim gemasulawesi.com, mencoba melakukan penelusuran ke salah satu proyek pembangunan baru Puskesmas di Desa Sumbersari, Kecamatan Parigi selatan, Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah, Selasa, 26 November 2019.

Dari pantauan lapangan media ini, proyek pembangunan puskesmas Desa Sumbersari, saat itu melibatkan sekitar tujuh orang pekerja saja. Sementara, atap bangunan gedung dua lantai itu juga belum tertutup, beberapa bagian dindingnya pun, belum dilicinkan (Plester).

Selain itu, sejumlah tiang bambu penyangga masih terlihat berdiri kokoh di bagian depan bangunan yang dibandrol dengan harga sekitar 5 Miliyar Rupiah, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), APBD Parigi Moutong Sulawesi Tengah, Tahun 2019.

Berdasarkan Petunjuk papan proyek yang terpajang disekitar lokasi proyek. Terungkap fakta, Proyek dengan nomor kontrak 602/132.14/DINKES tertanggal 19 Juli 2019, diberikan kepada CV. Sinar Sojol sebagai kontraktor pelaksana, dengan waktu pekerjaan selama 150 hari.

Baca juga: Progres Pekerjaan Proyek Puskesmas Ongka Parimo Baru Capai 65 Persen

Laporan: Ahmad Nur Hidayat

banner 728x90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.