Sejumlah Proyek Pekerjaan Jalan Puluhan Miliar Di Parimo Terancam Lambat Progres

264
Sejumlah Proyek Pekerjaan Jalan Puluhan Miliar Di Parimo Terancam Lambat Progres
Salah satu proyek peningkatan jalan di Parimo T.A 2019 (Foto: gemasulawesi)

Parimo, gemasulawesi.com Proyek pekerjaan jalan puluhan miliar Rupiah di Parigi moutong (Parimo) terancam lambat progres.

Pasalnya, berdasarkan penelusuran gemasulawesi.com, hingga saat ini laju progres proyek pekerjaan jalan di Parigi Moutong masih belum signifikan. Bahkan, di beberapa titik lokasi pengerjaan jalan, belum terlihat dimulainya proses pengaspalan jalan.

Ditanyakan perihal itu kepada Kepala bidang (Kabid) Bina Marga DPUPRP Parimo, Marcel mengatakan merasa khawatir dengan pekerjaan jalan yang belum rampung.

“Saat ini sudah mendekati penghujung tahun. Beberapa pekerjaan masih lambat progresnya,” ungkapnya, di ruang kerjanya, Rabu, 30 Oktober 2019.

Baca juga: Ini Alasannya Warga Sorot Sejumlah Proyek Jalan Wilayah Utara Parimo

Diketahui dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK), pengerjaan jalan membutuhkan waktu yang tidak sedikit dengan berbagai metode pelaksanaan yang harus dilewati. Mulai dari penyiapan badan jalan, bahu jalan, timbunan pilihan, penghamparan dan pemadatan beberapa lapis jalan dan latasir.

Dari setiap tahapan metode pengerjaan jalan membutuhkan alat berat dengan jenis berbeda. Fakta yang ditemukan di lapangan, dengan ketersediaan alat berat terbatas berimbas kepada molornya pekerjaan jalan. Akibatnya, material hanya menumpuk di pinggiran jalan lokasi proyek.

Menurut informasi yang diterima media ini, juga terdapat kontraktor yang bahkan masih sibuk mencari alat berat untuk dipakai pada proyek pekerjaan jalan miliknya. Berakibat pada terhentinya pengerjaan jalan untuk beberapa waktu.

Melihat dari fakta di lapangan, kuat dugaan sejumlah proyek pengerjaan jalan senilai puluhan miliar Rupiah lemah pengawasan dari DPUPRP Parimo. Selain terbukti fakta ketersediaan alat berat sangat lemah, juga dibuktikan juga dengan sejumlah kontraktor tidak dapat menaati disiplin jadwal pengerjaan dalam KAK yang sudah dikeluarkan PPK.

Baca juga: ULP Parimo Tidak Periksa Ketersediaan Alat Berat Kontraktor Sejumlah Proyek Jalan

“Kami sudah memanggil Michelle Stiyvan selaku PPK pengerjaan jalan untuk memberikan surat teguran kepada kontraktor sejumlah proyek pekerjaan jalan progresnya lambat,” katanya menjawab pertanyaan media ini terkait dugaan lemahnya pengawasan pekerjaan jalan di lapangan.

Ia menambahkan, mengenai ketersediaan alat berat dari kontraktor pekerjaan jalan, pihaknya mengatakan sudah bukan ranahnya untuk mengecek, melainkan itu adalah tugas dari Unit Layanan Pelelangan (ULP) yang menyeleksi syarat sesuai dengan aturan untuk mengikuti pelelangan proyek pekerjaan jalan.

“Kami hanya menerima hasil pemenang lelang untuk dibuatkan kontrak kerjasama, kemudian kontraktor langsung melaksanakan pekerjaan dilapangan,” tegasnya.

Sebelumnya, lambat pengerjaan, beberapa proyek jalan di Parimo disorot warga terutama paket ruas jalan yang terletak di wilayah utara.

Baca juga: Ini Daftar Proyek Jalan Di Parimo Bernilai Puluhan Miliar Ditandatangani PPK Mantan Terpidana Incraht Kasus Korupsi

Misalnya, proyek ruas jalan Ongka Tampo Desa Kayu Jati, Kecamatan Ongka Malino, dalam unggahan foto dan video salah seorang warga di akun sosial media, tampak warga menanam pohon pisang pada salah satu tumpukan bahan material Pondasi Lapisan Bawah (PLB), sebagai bentuk protes warga sekitar.

“Mungkin timbunan sudah terlalu lama menunggu, jadi warga berinisiatif tanam pisang,” tulis Mustakim Lea, terkait unggahan foto di status pribadinya, Minggu, 29 September 2019.

Tidak hanya itu, Mustakim kemudian mengunggah sebuah video seorang warga sekitar yang melakukan aktifitas menghampar salah satu tumpukan material bahan PLB di lokasi jalan itu.

Baca juga: Ini Empat Pemenang Lomba Menulis Esai Parimo Gebyar Literasi 2019

Laporan: Muhammad Rafii

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.