fbpx

Satu Jenazah Korban Tenggelam KM Ladang Pertiwi 02 Ditemukan

waktu baca 3 menit
Ilustrasi Gambar

Nasional, gemasulawesi – Satu jenazah korban kecelakaan KM Ladang pertiwi 02 yang tenggelam di Selat Makassar ditemukan oleh Basarnas Sulawesi Selatan, di sekitar perairan Pulau Pamantauang, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, pada hari kelima.

Hal itu berdasarkan laporan dari Analis Pencarian dan Pertolongan Basarnas Sulawesi Selatan Wahid D.J. di Posko Induk Pelabuhan Paotere Makassar, Sulawesi Selatan, pada hari Rabu 01 Juni 2022.

“Informasi yang kami terima hari ini berasal dari keluarga korban Haji Mahruf menunjukkan bahwa mayat korban kecelakaan KM Ladang Pertiwi 02 yang ditemukan kemungkinan adalah orang tua bernama Hajah Hajrah berumur 72 tahun,” ucap Wahid D.J., pada hari Rabu 01 Juni 2022 di Posko Utama Pelabuhan Paotere Makassar, Sulawesi Selatan.

Wahid D.J. juga menjelaskan, penemuan korban diketahui adalah seorang lansia di sekitar Pulau Pamantauang oleh nelayan perahu saat mereka ikut mencari korban.

Baca: Status Kepegawaian Honorer Akan Resmi Dihapus Oleh Pemerintah

Mengenai ciri-ciri korban, pihak keluarga juga telah membenarkan bahwa jenazah tersebut adalah kerabatnya.

“Ditemukan di sekitar Pulau Pamantauang dengan perahu nelayan. Ciri cirinya menurut Haji Mahruf, memiliki cincin di jarinya dan jari tengahnya patah. Haji Mahruf merupakan salah satu kerabat terdekat, termasuk orang tua Sitti Hajrah”, ungkapnya.

Langkah selanjutnya, atas permintaan dari pihak keluarga korban, kata dia, jenazah akan disemayamkan di Pulau Pamantauang dan akan diurus keluarga, mengingat karena korban merupakan bagian dari keluarga warga sekitar pulau.

Tim SAR berkoordinasi dengan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan untuk identifikasi dan DVI hanya membutuhkan data keluarga berdasarkan KTP. Jenazah tidak dibawa ke Makassar.

Kabid Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulawesi Selatan yang juga Ketua Tim DVI Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Dr Yusuf Mawadi mengatakan, pihak keluarga telah menerima informasi mengenai penemuan jenazah tersebut.

Namun, tim tetap melakukan koordinasi di TKP untuk mengetahui kondisi korban dan kebutuhan identifikasi serta perlu tidaknya prosedur DVI. Saat ini Terus berkoordinasi dengan tim di tempat.

“Koordinasi dengan tim terus, apakah memungkinkan (diidentifikasi, catatan redaksi). Kalau tidak memungkinkan di sana, keluarga diketahui, proses DVI masih terkoordinasi sejauh mana kita menggunakan media elektronik atau video call, sehingga mayat yang ditemukan benar-benar diidentifikasi,” katanya.

KM Ladang Pertiwi 02 tenggelam pada Kamis 26 Mei di Selat Makassar. Insiden itu dikonfirmasi keesokan harinya oleh tim SAR. Awalnya, jumlah penumpang kapal kayu itu sebanyak 42 orang, 31 orang selamat dan 11 orang hilang.

Setelah Basarnas Sulsel mengupdate data jumlah korban berdasarkan informasi dari kepala desa setempat, dipastikan ada 50 penumpang. Jumlah korban dinyatakan aman 31 orang, meninggal 1 orang dan dicari 18 orang. (*)

Baca: Dua Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Tenggelam KM Ladang Pertiwi 02

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.