Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Satgas Sebut Lonjakan Kasus Covid19 Meningkat di Luar Pulau Jawa

Satgas Sebut Lonjakan Kasus Covid19 Meningkat di Luar Pulau Jawa
Foto: Illustrasi lonjakan kasus covid19 di luar Pulau Jawa.

Gemsulawesi- Juru Bicara Satgas Wiku Adisasmito mengatakan, lonjakan kasus covid19 meningkat di luar Pulau Jawa selama tiga minggu berturut-turut. Didominasi dari Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

“Hampir semua provinsi di Pulau Sumatera, masih menunjukkan lonjakan kasus Covid19 selama tiga minggu terakhir. Hanya Kepulauan Riau yang telah menunjukkan penurunan, ” ungkap Wiku dalam konferensi pers ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, kondisi lonjakan kasus covid19 di luar Pulau Jawa yaitu semua provinsi di Pulau Kalimantan. Kecuali Kalimantan Barat kasusnya sempat menurun beberapa waktu lalu.

Baca juga: Ditengah Perhelatan Pilkada Serentak, Positif Covid 19 Melonjak Signifikan di Sulteng

Selain itu, semua provinsi di Pulau Sulawesi juga meningkat selama tiga minggu terakhir, kecuali Sulawesi Tenggara dan Gorontalo sempat mengalami penurunan.

Sehingga, pihaknya meminta untuk memperbaiki penanganan covid19 di daerah lonjakan kasus covid19 meningkat di Luar Pulau Jawa.

Pemerintah daerah diminta memastikan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah masing-masing mencukupi dengan mengonversi tempat tidur rumah sakit untuk pasien covid19, atau membuka tempat isolasi terpusat jika dibutuhkan.

“Selain itu, dimohon untuk perkuat peran posko agar pengawasan dan pelaporan kepatuhan protokol kesehatan unsur TNI atau Polri di wilayah masing-masing dapat ditingkatkan,” kata dia.

Vaksinasi hingga akhir tahun, Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam 24 jam terakhir melaporkan, 21.436.908 orang atau 10,29 persen sudah divaksinasi dosis lengkap.

Sementara, 48.106.208 orang atau 23,10 persen sudah disuntik vaksin covid19 dosis pertama. Penerima suntikan vaksin itu, yakni dari kalangan tenaga kesehatan, petugas publik dan Lansia, masyarakat rentan, masyarakat umum dan anak usia 12-17 tahun.

258 juta dosis vaksin akan diterima Indonesia dari Agustus-Desember 2021

Menteri Kesehatan Budi Gunadi sebelumnya mengatakan, total 258 juta dosis vaksin akan diterima Indonesia dari Agustus-Desember 2021.

Rinciannya, 72,5 juta dosis akan diterima pada Agustus, 70,8 juta dosis akan diterima September, 40,6 juta dosis vaksin akan diterima Oktober, 35,8 juta dosis vaksin akan tiba November, dan 38,6 juta dosis vaksin akan diterima Desember.

“80 persen itu datangnya Agustus sampai Desember 258 juta sudah pasti,” tutur Budi.

Berdasarkan jenis vaksinnya, total vaksin Sinovac akan diterima dari Agustus-Deptember sebanyak 97,9 juta dosis vaksin, AstraZeneca sebanyak 18,9 juta dosis vaksin.

Kemudian, vaksin Covid-19 melalui skema Covax/Gavi sebanyak 85,2 juta dosis vaksin, Moderna sebanyak 6,5 juta, dan Pfizer sebanyak 50 juta dosis vaksin.

Selain itu, masih ada sebanyak 70 juta dosis vaksin akan diterima pemerintah. Namun, kedatangannya belum dapat dipastikan.

Peningkatan capaian vaksinasi akan berkonsentrasi di wilayah dengan lonjakan kasus positif covid19 dan kasus kematian tinggi. (***)

Baca juga: Baru 17 Juta Orang Penerima Vaksin Covid19 Secara Lengkap di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post