Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Satgas Covid19: Parigi Moutong Butuh PCR

Satgas Covid19: Parigi Moutong Butuh PCR
Foto: Illustrasi alat PCR covid19.

GemasulawesiTim ahli Satgas covid19, dr Muhammad Mansyur menilai Parigi Moutong butuh PCR, agar hasil tes swab pasien dapat diketahui dengan cepat.

“Ribuan sampel di Palu belum diperiksa. Semua sampel pemeriksaan PCR menumpuk untuk 13 kabupaten/kota, mereka kewalahan,” ungkap dr Mansur dalam keterangannya di Parigi, Jumat 6 Agustus 2021.

Dia mengatakan, sampel pemeriksaan PCR pasien RSUD Anuntaloko Parigi terakhir dikirim tanggal 23 Juli. Hingga saat ini, hasilnya belum diterima karena menumpuknya sampel pemeriksaan di Kota Palu.

Baca juga: Sulawesi Tengah Sudah Miliki Laboratorium Uji PCR

Pihaknya hanya mengandalkan hasil rapid antigen, dan diperkuat dengan pemeriksaan radiologi. Makanya Parigi Moutong butuh PCR.

Jika hasil itu menyatakan hasil positif dari pemeriksaan keduanya, maka pasien dinyatakan terkonfirmasi positif covid19.

Virus itu menurut dia, jika telah melewati seminggu lamanya mulai berkurang revitasinya atau pembenahannya di dalam saluran nafas hingga ke paru paru.

Tetapi, apabila dilakukan pemeriksaan PCR virus itu masih bisa dideteksi, karena sensivitasnya ada di dalam alat itu.

“Dalam ilmu kedokteran disebutkan testimoni positif, meskipun virus sudah mati tetapi masih menyisahkan sisa kromosom (sebuah molekul DNA panjang mengandung sebagian atau seluruh) ada dalam nafas, dan itu dapat dideteksi PCR, karena sebelum dideteksi dapat melipat gandakan produsen virus sampai jutaan kali,” jelasnya.

Secara teori rapid antigen memiliki eksibilitas 96 persen, tetapi sensivitasnya hanya 84 persen saja.

“Artinya kalau orang rapid antigenya positif belum tentu PCR-nya positif. Yang menentukan adalah pemeriksaan PCR-nya,” ungkapnya.

Di tahun 2020 kata dia, pihaknya sudah sampaikan Parigi Moutong butuh PCR

Namun, mungkin belum mendapatkan perhatian, padahal keberadaannya sangat penting saat ini.

Satgas sudah prediksi pandemi covid19 bergelombang

Pihaknya telah memprediksi, bahkan menyampaikan pada tahun sebelumnya persoalan covid19 ini, akan dihadapi dalam beberapa kali gelombang. Makanya, Parigi Moutong butuh PCR.

“Ini saja gelombang pertama belum selesai, tapi sudah masuk lagi gelombang kedua,” ujarnya.

Terkait pasien isolasi mandiri kata dia, internal tenaga kesehatan sebenarnya telah memiliki identitas mereka, seperti KTP, KK dan nomor kontak pasien.

Tetapi, data itu belum dilaporkan, karena belum ada permintaan dari Tim Satgas pencegahan covid19. (***/Diskominfo Parimo)

Baca juga: Dinkes Kota Palu: Penting, Akurasi Sampel Rapid Test Massal Corona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post