Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Saiful Jamil Muncul di Media, KPI Khawatir Korban Kekerasan Seksual Takut Terbuka

Saiful Jamil Muncul di Media, KPI Khawatir Korban Kekerasan Seksual Takut Terbuka
Foto: Saiful Jamil Muncul di Media, KPI Khawatir Korban Kekerasan Seksual Takut Terbuka.

Gemasulawesi- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) khawatir korban kekerasan seksual semakin takut terbuka atau berbicara atas apa dialaminya. Menyusul munculnya wajah eks narapidana kasus pedofilia Saiful Jamil di media.

“Psikologis korban khususnya korban Saiful Jamil menjadi terpukul kembali dan bisa jadi sulit pulih ketika pelaku malah disambut seperti pahlawan,” ungkap Komisioner KPAI Retno Listyarti saat dihubungi, Minggu 5 September 2021.

Menurut dia, seharusnya masyarakat berpihak pada korban kekerasan seksual dan membantunya untuk segera pulih dari apa yang pernah dialaminya.

Baca juga: Pandemi Covid19 Penyebab Kekerasan Seksual Anak Tinggi di Ambon

Bahkan, dia menilai, munculnya wajah eks narapidana kasus pedofilia Saiful Jamil di media akan menimbulkan trauma bagi korban, serta akan menimbulkan efek buruk bagi masyarakat khususnya anak-anak.

“Saya khawatir, para penonton TV menjadi memaklumi penyebab Saiful Jamil masuk penjara,” kata dia.

kemudian, pelaku bisa merasa tidak bersalah atas perbuatannya dan bisa menganggap kekerasan seksual sebagai sesuatu yang normal.

“Ini sangat berbahaya,” kata dia.

Dia pun meminta orang tua untuk berperan aktif menyaring informasi yang dikonsumsi ke anak dan memberi penjelasan yang benar terkait kasus itu.

Diketahui, sejak dinyatakan bebas pada Kamis 2 September 2021, Saiful Jamil menjadi sorotan. Bukan hanya karena penyambutan luar biasa dan gaya parlentenya naik mobil porsche, tapi karena banyaknya tawaran pekerjaan untuk pedangdut berusia 41 tahun itu kembali ke layar kaca.

Muncul petisi berisi ajakan untuk memboikot Saiful Jamil dari televisi kini sudah hampir mencapai 300 ribu tandatangan.

Petisi yang ditujukan kepada Komisi Penyiaran Indonesia itu tepatnya sudah mencapai 283.963 tanda tangan pada Minggu pagi ini 5 September 2021.

Sebelumnya, Saipul Jamil divonis tiga tahun penjara atas kasus asusila. Kemudian, dalam putusan banding, Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memperberat hukumannya menjadi 5 tahun penjara.

Tak terima, melalui kuasa hukumnya, Saiful Jamil lantas ajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA). Sayangnya, MA dalam putusannya menolak PK nya dan ia pun harus menjalani 5 tahun hukuman penjara. (***)

Baca juga: Parigi Moutong Berlakukan Identifikasi Wajah Peserta SKB CPNS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post