Miliki Sabu, Polisi Amankan Dua Warga Sigi Sulteng

  • Whatsapp
Miliki Sabu, Polisi Amankan Dua Warga Sigi Sulteng
Miliki Sabu, Polisi Amankan Dua Warga Sigi Sulteng (Foto: Illustrasi)

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Polisi mengamankan dua warga Kabupaten Sigi Provinsi Sulteng karena melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

“Penangkapan terhadap kedua tersangka berawal dari informasi warga. Kedua pemuda terlihat mencurigakan,” ungkap Kapolres Sigi AKBP Yoga Priyahutama, di Sigi, Rabu 9 September 2020.

Bacaan Lainnya

Kedua tersangka itu masing-masing inisial FJ (30) warga Desa Sibalaya Utara dan RH (31) warga Desa Sibalaya Selatan Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi.

Bersama kedua tersangka, turut diamankan barang bukti antara lain berupa satu paket narkotika jenis sabu dengan berat 0,53 gram dan satu unit sepeda motor Honda Revo.

“Setelah mendapat informasi adanya aktivitas, petugas Satuan Narkoba Polres Sigi langsung meluncur ke lokasi sekitar pukul 17.15 WITA,” jelasnya.

Setelah dilakukan penggeledahan kata dia, petugas polisi Sigi menemukan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu dari kedua warga yang sudah jadi tersangka.

Kedua tersangka beserta barang bukti, langsung diamankan ke Mako Polres Sigi guna pengembangan penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, Kapolres Sigi AKBP Yoga Priyahutama dalam arahannya mengatakan Narkoba adalah musuh besar yang sangat merusak masa depan generasi muda penerus bangsa. Narkoba sebagai racun anak bangsa.

“Saya selaku Kapolres mengajak seluruh elemen warga untuk berperan aktif dalam menghapus penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Sigi,” pintanya.

Ia juga meminta kepada warga agar segera melapor jika mengetahui sekecil apapun tentang narkoba yang ada disekitar warga.

“Saya tidak akan mentolelir siapapun yang terlibat dan akan saya proses sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Terkait penyalahgunaan Narkotika, negara sudah mengaturnya dalam ketentuan UU Narkotika Pasal 114, Pasal 119 dan Pasal 124. Adapun yang membedakan ketiga pasal itu adalah sesuai dengan jenis/golongan narkotika.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong Jadi Tersangka

Pasal 114 UU Narkotika

Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Pasal 119 UU Narkotika

Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan II, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).

Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan II sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga)

Pasal 124 UU Narkotika

Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan III, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan III sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Baca Juga: Diduga Solar Tersuplai ke Tambang Emas Ilegal Parimo

Laporan: Ahmad

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.