fbpx

Polda Musnahkan Barang Bukti Sabu Hasil Operasi Reserse Narkoba

waktu baca 2 menit
Foto: Pemusnahan Narkoba Jenis Sabu di Polda Sulteng

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) musnahkan barang bukti Narkoba jenis sabu hasil operasi Direktorat Reserse Narkoba.

“Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulteng telah bekerja keras. Itu dilihat dari barang bukti yang dimusnahkan,” ungkap Wakil Kapolda Sulteng Brigjen Pol Hery Santoso, di Markas Komando Baru Polda Sulteng, Kota Palu, Senin 16 November 2020.

Ia mengatakan, narkoba jenis sabu hasil operasi Direktorat Reserse Narkoba yang dimusnahkan itu seberat 8,5 kilogram.

Ia mengatakan sabu-sabu itu dimusnahkan dengan cara direbus pada air mendidih. Polda menggunakan dua tong besi ukuran besar, dicampur detergen.

Baca juga: Polres Parimo Amankan 128 Paket Narkoba

Baca juga: Polres Sigi Sulteng Amankan Tujuh Paket Sabu

Baca juga: Polisi Tangkap Dua Pengguna Narkoba di Parigi Moutong

“Air hasil pemusnahan itu kata dia, dibuang ke selokan atau septic tank,” jelasnya.

Waka Polda Sulteng Brigjen Pol Hery Santoso memimpin langsung pemusnahan barang bukti itu.

Turut hadir, Kepala BNN Sulteng, Kejari, PN, BPOM, dan Kanwil Kemenkumham, dan sejumlah PJU Polda Sulteng.

Sementara itu, AKBP P. Sembiring, Subdit 3 Ditresnarkoba mewakili Dirnarkoba Polda Sulteng menjelaskan, sabu-sabu seberat 8,5 kilogram itu merupakan barang bukti dari empat tersangka dari dua kasus narkoba di Sulteng.

Baca juga: Kejari Parimo Musnahkan Barang Bukti Perkara Narkotika

Baca juga: Musnahkan Barang Kena Cukai Ilegal, KPPBC Palu Cegah Kerugian Negara Ratusan Juta Rupiah

Baca juga: Narkoba Jenis Sabu 8,5 Kg Berasal dari Dua Kasus Berbeda

“Pertama, sabu-sabu seberat kurang lebih 7,6 kilogram disita dari tersangka S (34) dan U (46), di mana S sebelumnya dinyatakan meninggal dunia pada 25 Oktober 2020, dan kedua sabu-sabu seberat 0,9 kilogram disita dari tersangka R alias V,” jelasnya.

Ia mengatakan, sabu-sabu yang dimusnahkan itu dari dua kasus yang ditangani Polda Sulteng belum lama ini.

Ia mengatakan tingginya narkoba di wilayah Sulawesi Tengah, karena geografis dan banyak pintu masuk yang bisa dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan dari barang haram ini.

“Ini bukan hal yang mudah, berdasarkan pengalaman pintu masuk bisa dari darat dan laut. Karenanya kepada pelaku dijerat dengan pasal berlapis,” tutupnya.

Baca juga: 15 Kabupaten Dapat Bantuan RKS, Termasuk Parimo

Baca juga: Cabai Tembus Ratusan Ribu Per Kilo, Pengusaha Kuliner Gorontalo Mengeluh

Baca juga: Polda Sebut Pintu Masuk Narkoba ke Sulteng Bervariasi

Laporan: Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.