Runtuhnya Kerajaan Islam di Andalusia

waktu baca 5 menit
Ket Foto: Ilustrasi

Kupas Tuntas, gemasulawesi – Sebelum kedatangan umat Islam, wilayah Iberia adalah kerajaan Hispanik yang diperintah oleh orang Kristen Visigoth yang dipimpin oleh Raja Roderick. Pada tahun 711 M, pasukan Umayyah, yang sebagian besar  Moor dari barat laut Afrika, menyerbu Hispania yang dipimpin oleh Jenderal Tariq bin Ziyad dan di bawah perintah dari Kekhalifahan Umayyah  Damaskus.      Pasukan melintasi laut yang memisahkan Maroko dari daratan Spanyol.

Pasukan ini mendarat di Gibraltar pada tanggal 30 April dan terus  ke utara. Setelah mengalahkan Raja Roderick dari Visigoth pada Pertempuran Guadalete (711 M), dominasi Islam terus berkembang hingga  719 M.Hanya wilayah Galicia, Basques dan Asturias yang tidak tunduk pada dominasi Islam. Selanjutnya, pasukan Islam melintasi Pyrenees untuk menaklukkan Prancis, tetapi dihentikan oleh kaum Frank dalam Pertempuran Tours (732 M).

Daerah yang dikuasai oleh Muslim Umayyah ini disebut provinsi AlAndalus (Andalusia), yang meliputi Spanyol, Portugal, dan Prancis selatan. Kekuatan ini bertahan selama lebih dari 700 tahun. Pada 900 M, Islam mencapai puncak kemegahannya dan menandai sejarah Kekaisaran Andalusia.Lebih dari lima juta Muslim tinggal di wilayah tersebut, mewakili 80% dari populasi. Sebuah kerajaan yang kuat pada saat itu, Dinasti Umayyah II menjadi penguasa tunggal wilayah tersebut dan menjadi kerajaan yang paling maju dan  stabil  di benua Eropa.

Perkembangan Politik

Pada awalnya, Andalusia diperintah oleh seorang wali yang merupakan gubernur, Yusuf Al-Fihri, yang diangkat oleh Khalifah Damaskus, untuk masa jabatan  tiga tahun.     Namun pada tahun 740 M, terjadi perang saudara yang melemahkan kekuasaan khalifah. Dan pada tahun 746 M, Yusuf Al Fihri memenangkan perang saudara  dan menjadi  penguasa yang tidak berhubungan dengan pemerintahan  Damaskus.

Pada tahun 750 M, Bani Abbasiyah menggulingkan pemerintahan Umayyah yang bersejarah di Damaskus dan merebut kekuasaan atas wilayah Arab. Namun pada tahun 756 M, Abdurrahman I (AdDakhil) menggulingkan Yusuf AlFihri dan menjadi penguasa Kordoba dengan gelar Emir Kordoba.Hal ini dilakukan karena Bani Abbasiyah telah membunuh sebagian besar keluarganya.Abdurrahman I berhasil memerintah selama 30 tahun, tetapi hanya memiliki wilayah kekuasaan Andalusia dan  berusaha memadamkan perlawanan dari para pendukung Al-Fihri dan Khalifah Abbasiyah.    

Selama satu setengah abad berikutnya, keturunannya menggantikan Emir Cordoba, yang memegang kekuasaan tertulis atas seluruh Andalusia, termasuk Afrika Utara bagian barat.     Namun di daerah-daerah yang berbatasan dengan  Kristen, yang sering dilanda gejolak politik, itu tergantung pada kapasitas emir yang  berkuasa.Amir Abdullah bin Muhammad juga memiliki pengaruh kekuasan atas cordobaAbdurrahman III, cucu Abdullah, menggantikannya pada tahun 912 M. dan dengan cepat memulihkan kekuasaan Umayyah atas Andalusia dan Afrika Utara bagian barat. Pada tahun 929 M, ia mengangkat dirinya menjadi khalifah, sehingga emirat ini sekarang memiliki kedudukan yang setara dengan kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad dan kekhalifahan Syiah di Tunis.    Masa Khilafah

Sejarah Kerajaan Andalusia, Spanyol, diduduki oleh umat Islam pada masa Khalifah Al Walid Rahimahullah (705715 M), salah satu Khalifah Umayyah yang berbasis di Damaskus, tempat umat Islam sebelumnya  menguasai Afrika Utara.     Dalam proses penaklukan Spanyol,  tiga pahlawan Islam yang dianggap paling berjasa, yaitu Tharif bin Malik, Tariq bin Ziyad dan Musa bin Nushair Rahimahullahumajma’in. 

Kemenangan umat Islam dalam pemekaran wilayah tidak lepas dari faktor internal dan eksternal  yang menguntungkan.

Faktor eksternal:

Kondisi politik Spanyol terbagi menjadi beberapa negara kecil, dan para penguasa Gotik tidak toleran terhadap sekte agama yang dianut oleh para penguasa, atau sekte Monofisit.     Orang-orang Yahudi yang merupakan sebagian besar penduduk Spanyol dipaksa untuk dibaptis menurut agama Kristen, dan mereka yang menolak menjadi sasaran penyiksaan dan pembunuhan brutal.    Kondisi sosial Spanyol yang membagi rakyat ke dalam sistem kelas sehingga situasinya dipenuhi dengan kemiskinan, penindasan dan kurangnya persamaan hak.

Ekonomi Spanyol dalam keadaan lumpuh dan kesejahteraan rakyat menurun.

Terjadi konflik antara Roderick dan Ratu Juliana, mantan penguasa wilayah

Septah, di mana Ratu Juliana bergabung dengan kaum Muslim di Afrika Utara dan mendukung kaum Muslim dalam pemerintahan Spanyol.

Roderick memindahkan pusat ibu kota dari seville ke toledo, dan witiza yang saat itu merupakan penguasa di toledo, langsung di berhintikan begitu saja. Hal ini membuat marah dua putra Witiza, Oppas dan Achila, dan mereka mengumpulkan kekuatan mereka untuk menggulingkan Roderick dengan melakukan perjalanan ke Afrika Utara untuk bergabung dengan Muslim.    Pasukan Roderick yang terdiri dari beberapa budak yang tertindas tidak lagi memiliki semangat perang.

Faktor Internal:

Pemimpin dan prajurit Islam  yang kuat, ulet, cakap, berani, kompak, bersatu dan  percaya diri dalam menghadapi setiap masalah.

Ajaran Islam yang disebarkan oleh  tentara Islam adalah toleransi, persaudaraan dan gotong royong

Faktor penyebab runtuhnya kerajaan andalusia

Granada yang  memiliki sejarah Istana Al Hamra adalah salah satu wilayah Andalusia yang  dikelilingi oleh kerajaan-kerajaan yang bermusuhan Kristen. Mereka tidak pernah aman dari ancaman penaklukan.

Keruntuhan dimulai ketika Raja Ferdinand dari Aragon menikahi Putri Isabella dari Kastilia.Pernikahan ini menyatukan dua kerajaan terkuat di Semenanjung Iberia yang menyatukan tujuan, menaklukkan Granada dan menghapus jejak Islam di benua biru. Dari orang-orang yang kita sucikan, hingga bangunan pemujaan.

Pada 1491 Granada dikepung oleh pasukan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella.Pasukan kristen berhasil masuk ke granada pada tanggal 2 januari 1492 memajang bendera dan lambang kerajaan-kerajaan Kristen  Eropa di dinding istana sebagai tanda kemenangan.  

Sebuah bendera dengan salib dikibarkan di menara tertinggi istana Alhambra sehingga orang-orang Granada tahu siapa penguasa mereka saat ini.

Peninggalan Sejarah

Sejarah Kerajaan Andalusia telah meninggalkan beberapa tempat bersejarah, meskipun pembersihan  Islam berhasil dan jejak Islam  tidak terlihat. Berikut beberapa peninggalan sejarah kerajaan Andalusia:

Sebuah bangunan megah di Cordoba menjadi salah satu saksi sejarahnya, yaitu Mezquita Catedral Cordoba. Masing-masing bangunan ini memiliki cerita sejarah.

Bagi umat Islam, bangunan  masjid yang sekarang diubah menjadi katedral. Namun bagi umat Kristen, bangunan ini adalah gereja yang diubah menjadi masjid, kemudian diubah kembali  menjadi katedral.Medinat al Zahra yang merupakan reruntuhan Kerajaan Islam yang dibangun pada tahun 936.

Di Granada terdapat  kompleks istana yang juga merupakan benteng  megah. Bangunan ini dibangun pada masa Kerajaan Umayyah. Yang tersisa adalah kemegahan istana yang pernah dijuluki “surga di bumi”.

Pegunungan Al Pujjara di Granada yang memiliki bentuk bangunan, jenis kaligrafi dan pernak-pernik kecil lainnya yang melambangkan sejarah  masa lalu.Kota Ronda, terletak di pegunungan Sierra Ronda, penuh dengan aksen Moor dan ada bangunan batu  tua. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.