fbpx

BLUD RSUD Anuntaloko Parimo Belum Bayar Jasa Medik Perawat

waktu baca 2 menit
Kabag Keuangan BLUD RSUD Parimo, Astar Baturangka (Foto: Yoel)

Parimo, gemasulawesi.com BLUD RSUD Anuntaloko Parigi moutong (Parimo) ternyata belum mampu membayar jasa medik tenaga seluruh perawat PNS dan non PNS.

“Manajemen rumah sakit belum membayarkan gaji perawat non PNS selama dua bulan yaitu bulan Agustus dan September 2019,” ungkap salah seorang perawat yang tidak ingin disebutkan namanya, Selasa, 29 Oktober 2019.

Ia tidak memungkiri persoalan hak perawat pernah terjadi di masa kepemimpinan Kepala dinas Kesehatan Parimo, Revi Tilaar. Namun, hal itu terjadi tidak separah saat ini.

Baca juga: Gebyar Literasi 2019 Parigi Moutong Diikuti Ratusan Peserta

Walaupun ada keterlambatan kata dia, biasanya penggajian tepat waktu tapi jasa medik yang dibayar kemudian, atau sebaliknya. Itupun pembayarannya tidak terlalu molor. Berbeda dengan kondisinya saat ini, keduanya sampai belum dibayarkan.

Diketahui, kisruh keterlambatan pembayaran mulai terungkap semenjak RSUD Anuntaloko Parigi Moutong berubah status menjadi BLUD.

Kepala bagian (Kabag) keuangan, BLUD RSUD Anuntaloko Parigi Moutong, Astar Baturangka, yang ditemui di kantor DPRD Parimo, membenarkan hal itu.

“Jasa medik perawat terakhir dibayarkan itu untuk bulan Mei 2019,” ungkapnya.

Ia mengatakan, masalah utama yang dihadapi BLUD RSUD Anuntaloko Parimo adalah klaim dari BPJS yang belum terbayarkan.

Baca juga: Akomodir Kucuran Dana Rekon, APBD Parimo Bisa Dirubah

Pasalnya kata dia, sumber pendapatan terbesar dari BLUD RSUD Anuntaloko Parimo berasal dari BPJS.

“Yah, alasan BPJS karena ini masalah skala nasional. Sambil menunggu pelunasan dari BPJS, saat ini kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) untuk mencari solusinya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kabupaten Parimo, Husna, mengakui pihak BPJS pada tahun 2019, baru membayar sekitar 25 Miliyar kepada BLUD RSUD Anuntaloko Parigi.

Jumlah itu kata dia, terhitung sejak bulan Januari hingga bulan Mei 2019.

Baca juga: Gigit Jari, RSUD Anuntaloko Parimo Belum Bayar Gaji Perawat

“Rata-rata klaim RSUD Anuntaloko sebanyak 4,9 Miliyar per bulannya. Soal pembayaran ini, memang dari pusat masih keteteran. Meski begitu, kami juga tetap dikenakan denda satu persen dari setiap tagihan perbulannya,” jelasnya.

Terkait hal itu lanjut dia, Menteri dalam negeri (Mendagri) telah mengeluarkan peraturan dengan nomor 900/11555/SJ. Pemda dapat melakukan transaksi peminjaman kepada Bank BUMN di daerah bagi rumah sakit yang sudah berstatus BLUD.

Sebelumnya tutur dia, pihak BPJS Parimo telah melakukan rapat bersama dengan pemerintah daerah dan rumah sakit serta Bank BUMN yang ada di Parimo.

“Salah satu Bank bersedia berikan pinjaman dengan bunga 0,7 persen, hanya tinggal menunggu dari pihak Anuntaloko dan Pemda saja,” tutupnya.

Baca juga: Rekrutmen CPNS 2019, Mamuju Sulawesi Barat Dapat Kuota Delapan Formasi Guru

Laporan: Ahmad Nur Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.