RPJMD Parimo 2018-2023 Dinilai Asal Buat

0
120
Rapat Pembahasan Rancangan Awal RPJMD 2018-2023, di DPRD Kabupaten Parimo (Dokumentasi gemasulawesi.com)
SHARE

Parimo, Gemasulawesi.com- Anggota legislatif (Anleg) DPRD Kabupaten Parimo, kritik rancangan awal Rencana Pembangungan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yang disusun Tim dari Pemerintah Daerah (Pemda). Hal tersebut terungkap saat pembahasan rancangan awal penyusunan RPJMD 2018-2023 Kabupaten Parimo Propinsi Sulawesi Tengah, antara tim penyusun rancangan RPJMD Kabupaten, dengan sejumlah anggota DPRD diruang sidang paripurna DPRD Parimo. Senin 4 Januari 2019. Selain menyayangkan minimnya anggota tim penyusun yang hadir, Sugeng Salilama juga geram dengan ketidakhadiran para petinggi tim penyusun RPJMD tersebut, yang diketuai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Parimo, Ardi Kadir, selaku pejabat sementara kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), sekaligus penanggung jawab tim penyusun RPJMD, dan meminta agar pembahasan RPJMD tersebut ditunda.

“Jika pembahasan ini pun dilanjutkan, saya yakin pasti hasilnya asal-asalan, karena pasti banyak hal terkait pokok pikiran kita yang memungkinkan dapat merubah apa yang sudah disusun dari tim ini, terus apakah anggota yang hadir saat ini bisa bertanggungjawab ke Bupati untuk perubahannya,” ujarnya. Ia menegaskan, hal ini harusnya menjadi prioritas bagi seluruh perangkat daerah terkait termaksud DPRD karena RPJMD merupakan penentu arah untuk mengambil kebijakan dalam pembangunan daerah.

Senada dengan hal yang sama, Alfrets Tongiro juga memberikan penilaian penyusunan rancangan RPJMD yang dilakukan pihak terkait terksan belum maksimal. Pasalnya kata ia, berdasarkan penjelasan Bupati Kabupaten Parimo, Samsurizal Tombolotutu, rancangan RPJMD tersebut seakan mengesampingkan Peraturan daerah (perda) terkait perindustrian. “Dari kesimpulan yang saya dapat setelah membaca penjelasan Bupati ini, arah pembangunan kita kedepan masih sekitar pengembangan pertanian dan pariwisata, padalah beberapa waktu lalu kita baru saja mensahkan Perda terkait industri, dan ini tidak disinggung dalam pembangunan daerah ini kedepan,” terangnya. Ia menuturkan, Pemda seharusnya mengembangkan potensi disektor lain yang juga menjadi andalan daerah. Kemudian, politisi dari Partai Demokrat, Suardi, mengkritisi arah kebijakan pembangunan daerah yang menurutnya tidak berbeda dengan RPJMD periode sebelumnya, padahal kata ia, sudah bukan rahasia umum jika RPJMD pemerintahan Samsurizal Tombolotutu periode sebelumnya telah gagal. “Saya ingat adanya pemikiran terkait potensi pariwisata di daerah ini, melalui sail Tomini agar kita dapat menjadi ikon pariwisata, tapi nyatanya sekarang apa, malah sana hanya jadi kandang sapi,” tegasnya.

Laporan: Daniel


SHARE

Tinggalkan Balasan