fbpx

Rombongan Pengantar Jenazah di Makassar Bentrok Dengan Warga

waktu baca 2 menit
(Ilustrasi)

Berita Hukum, gemasulawesi – Rombongan pengantar jenazah terlibat bentrok dengan warga di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, berdasarkan laporan dari kejadian itu enam orang mengalami luka-luka dan dirawat di Rumah Sakit Daya Makassar.

Bentrokan rombongan pengantar dengan warga yang terjadi pada Senin 20 Juni 2022 itu terekam pengendara motor dan viral di media sosial. Dalam video viral tersebut, terlihat sebuah mobil ambulans dikelilingi beberapa pengendara sepeda motor dan pria yang membawa busur panah.

Polisi masih menyelidiki penyebab bentrokan tersebut. Ditlantas Polda Sulawesi Selatan diketahui sebelumnya telah memberikan jaminan pengantaran jenazah untuk menghindari bentrokan dengan warga.

Dalam rekaman video yang viral itu, tampak gerombolan pengantar jenazah yang melintasi Jalan Perintis Kemerdekaan terlibat saling serang dengan warga sekitar dengan batu dan panah.

Baca: Dugaan Korupsi Kapal Nelayan di Tolitoli, Empat Terdakwa Divonis Bebas

Rombongan pengantar jenazah rencanya akan menuju Kabupaten Tanah Toraja. Namun tiba-tiba dalam perjalanan, ratusan orang menghadang dalam perjalanannya di kawasan perbatasan Maros dan Makassar. Bahkan ambulans yang membawa jenazah pun tak luput dari serangan massa, dan salah satu warga yang merekam perkelahian tersebut juga diserang massa.

Akibat bentrokan tersebut, lima orang pengantar jenazah luka parah akibat terkena anak panah, sedangkan seorang warga mengalami luka memar di bagian wajah akibat terkena benda tumpul.

Belum diketahui penyebab bentrok antara rombongan pengantar jenazah dengan dengan warga.

Bentrokan ini diyakini sebagai aksi balas dendam, karena beberapa hari sebelumnya warga setempat kerap diserang rombongan pengantar jenazah yang melintas.

Polisi setempat segera melakukan penyelidikan atas bentrokan tersebut, polisi pun membuat video viral sebagai bahan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian itu.

Kapolsek Biringkanaya Kompol Andi Alimuddin mengatakan pihaknya menerima laporan tersebut, beberapa saksi juga dimintai keterangan.

“Iya (ada laporan polisi) saat ini masih didalami. Jadi banyak pelakunya, namanya massa begitu toh,” jelasnya.

Ia mengatakan, Saksi ada 2, tapi kan sementara pengembangan untuk penyelidikan masih tertutup dulu. (*Ikh)

Baca: Peringati Hari Bhayangkara, Polres Parigi Moutong Gelar Lomba Menyanyi

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.