Senin, April 12, 2021

Rizal Ramli Prediksi Perekonomian Indonesia Tahun 2021 Akan Bermasalah

Must read

Berita nasional- Rizal Ramli memprediksi kondisi perekonomian Indonesia di tahun 2021 akan menghadapi persoalan berat.

Menurutnya, sejak awal tahun 2020 perekonomian Indonesia mengalami perlambatan dan kemerosotan didalam bidang ekonomi makro.

Baca juga: OJK Awasi Ratusan Miliar Rupiah Dana Pemulihan Ekonomi Sulteng

“Dengan adanya Covid 19, itu menjadi lebih parah lagi. Diawal semester tahun depan kita akan menghadapi kesulitan cash flow dan dampak dari krisis multi dimensi ini akan lebih gawat dibandingkan dengan pada tahun sebelum 1998,” terangnya di akun youtube fadli zon official.

Tahun 1998 kata dia, krisis moneter karena kebanyakan hutang tetapi, rakyat diluar pulau jawa malah senang. Karena kata dia, petani karet, sawit dan coklat yang tadinya hanya dapat 1 dollar = Rp 3000 saat itu menjadi Rp15000.

Baca juga: Total Frag Zone, Tim Esport Kota Palu Sarat Prestasi

“Mereka tentu menjadi makin Makmur saat itu diluar pulau jawa pada krisis moneter 98. Walaupun didalam pulau jawa sendiri mengalami kesulitan,” tuturnya.

Tapi kali ini sangat berbeda, diluar jawa tidak ada lagi ekses kapasitas dan berbagai macam komoditi saat ini sedang menghadapi masalah.

Baca juga: Krisis Air Bersih Landa Dua Desa di Moutong

Akibatnya kata Rizal, kesulitan dihadapi rakyat baik yang di pulau jawa maupun yang berada diluar pulau jawa.

“Sebagai contoh sederhana, 70 persen mahasiswa seluruh Indonesia itu tidak mampu membayar uang kuliah. Dan anehnya, soal begini saja pemerintah tidak mampu menyelesaikan,” ungkapnya.

Baca juga: Sekdes Bolano Barat Parimo Sebut Sudah Lunasi Hutang

Krisis kali ini menurutnya, lebih gawat dibanding krisis yang dialami Indonesia pada tahun 1998.

Ia menjelaskan, factor yang mempengaruhi persoalan krisis kali ini cukup banyak, pertama persoalan hutang.

“Kita sudah sampai pada titik dimana untuk bayar bunga hutang saja, kita harus berutang lagi,” ujarnya.

Baca juga: Krisis Listrik Desa Suli Indah Bakal Teratasi

Diperkirakan tahun 2021 bunga hutang Indonesia sekitar 345 trilyun dan untuk membayar bunga hutang itu dipastikan pemerintah akan kembali berutang sehingga akan terjadi negatif flow.

Persoalan kedua, tidak banyak yang memperhatikan pada bulan September pertumbuhan kredit itu negatif.

“Itu belum pernah terjadi sebelumnya sejak tahun 1998. Biasanya pertumbuhan kredit itu sebesar 15 hingga 18 persen. Kalau pertumbuhan ekonominya 6 persen,” jelasnya.

Tahun 2020 dari Januari hingga September, pertumbuhan kredit hanya berrkisar pada angka 3 persen sangat jauh dari yang diharapkan, bahkan pada September tercatat pertumbuhannya negatif.

Artinya kata Rizal, uang yang ada pada rakyat termanfaatkan untuk bayar hutang, melalui mekanisme membeli Surat Utang Negara (SUN) dan mekanisme lainnya.

“Inilah yang memukul daya beli rakyat biasa,” pungkasnya.

Baca juga: “Kode Babe Untuk Samsurizal” Dalam Pusaran Hutang Pengusaha Hantje Yohanis

Laporan: Muhammad Irfan Mursalim

- Advertisement -spot_img

More articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article