Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Ribuan Warga Terisolir Akibat Longsor di Polman, Sulbar

Ribuan Warga Terisolir Akibat Longsor di Polman, Sulbar
Foto: longsor di Desa Lenggo, Polman, Sulbar.

Gemasulawesi– Ribuan warga terisolir akibat longsor di Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Polman, Sulawesi Barat.

“Longsor sejak hari kamis, tapi baru dua titik longsor. Sekarang sudah banyak titik. Ada enam titik longsor,” ungkap tokoh pemuda Desa Lenggo, Habibi, melalui pesan singkat, Minggu 29 Agustus 2021.

Ia mengatakan, warga terisolir akibat longsor di Polman tidak dapat melintas, disebabkan banyak jalan terputus tertimpa longsoran tanah.

Baca juga: Banjir Langganan Ganggu Aktivitas Warga di Mamuju

Sementara, akses jalan lain dengan menyeberangi sungai menuju Kecamatan Tutar, juga sulit dilakukan, karena kondisi sungai sedang meluap. Sehingga warga terisolir akibat longsor.

“Lewat sungai pun tidak bisa, karena kondisi sungai sedang meluap. Sudah beberapa hari warga Lenggo tidak menikmati ikan,” akunya.

Mewakili warga, Habibi berharap pemerintah setempat melalui dinas terkait segera turun tangan, mengatasi masalah warga terisolir akibat longsor di Desa Lenggo.

“Mohon kepada instansi terkait dalam hal ini dinas PU, agar segera meninjau lokasi longsor antara Desa Lenggo dan Desa Bulo,” tutup Habibi.

Dia juga mengaku, longsor terjadi akibat tingginya curah hujan di daerah pegunungan ini sejak tiga hari terakhir. Ia mengimbau warga bermukim di bantaran Sungai Maloso untuk waspada, mengantisipasi terjadinya luapan air sungai.

“Lenggo diguyur hujan sejak tiga hari terakhir. Bagi saudara-saudaraku yang berada di pinggiran sungai maloso untuk waspada,” ungkapnya.

Banjir dan longsor juga rusak fasilitas sekolah

Diketahui, banjir dan tanah longsor di Polman, juga mengakibatkan sebuah bangunan sekolah di Kecamatan Anreapi rusak parah.

Bangunan sekolah rusak diterjang banjir dan tanah longsor adalah SDN 057 Pappandangan. Pantauan di lokasi, Jumat 27 Agustus 2021, dinding salah satu ruang kelas di sekolah itu jebol.

Ruangan kelas di sekolah ini pun tampak dipenuhi material tanah longsor bercampur bebatuan. Semua buku pelajaran dan fasilitas penunjang proses pembelajaran lainnya turut hilang tertimbun material longsor setinggi 1 meter itu.

Tingginya curah hujan mengakibatkan tiga kecamatan di Kabupaten Polman dihantam banjir dan tanah longsor, Kamis 26 Agustus 2021 malam.

Dilaporkan di Kecamatan Tapango ada rumah hanyut dan tiang listrik tumbang. (***)

Baca juga: Jembatan Desa Lenggo Ambruk Diterjang Banjir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post