Sabtu, April 24, 2021

Ribuan Guru Honorer Parigi Moutong Terancam Tidak Terima Insentif

Must read

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Sebanyak seribu guru honorer Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terancam tidak terima insentif.

“Anggaran untuk mereka tidak ada. Kami anggap Pemda lalai memasukkan insentif guru honorer,” ungkap Ketua Fraksi Gerindra, Arifin Dg Palalo, di ruang Sidang, Selasa 31 Maret 2021.

Ia mengatakan, tidak terbayarnya insentif guru honorer Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sudah berlangsung Januari-Maret 2021.

Pemda mestinya memperhatikan nasib mereka. Guru honorer daerah itu ada dua kategori. Yaitu terpencil dan tidak terpencil.

Baca juga: Parimo Masih Terima Donasi Korban Gempa Majene

“Insentifnya ada 100 ribu rupiah untuk daerah terpencil. Dan 150 ribu rupiah tidak terpencil. Saya akan tetap perjuangkan nasib honorer, hingga daerah bisa kembali menganggarkannya,” tegasnya.

Ia mengatakan, persoalan insentif guru honorer Parigi Moutong harus disampaikan kepada Pemda. Jangan lebih mementingkan program infrastruktur.

Namun, harus juga mementingkan hak-hak orang yang bekerja. Terutama pengabdian para guru honorer.

Baca juga: Miliki Sabu 2,46 Gram, Polisi Ringkus Pegawai Honorer Tolitoli

Baca juga: Kerumunan Massa di Pilkades, Kemendagri Masih Beri Toleransi

“Apabila sebelum pembahasan APBD-P insentif mereka tidak ada, bagaimana nasibnya,” sebutnya.

Dirinya mengaku kecewa dengan kebijakan ini. Guru honorer Parigi Moutong telah melaksanakan kewajibannya. Tapi, hak-hak mereka telah dihilangkan.

Untuk itu, dirinya meminta kepada seluruh anggota DPRD Parigi Moutong mendorong Pemda tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut.

Baca juga: Tahun 2021, Kemendikbud Akan Angkat Satu Juta Guru Honorer Jadi PPPK

Baca juga: Boking Order Whatsapp, Modus Prostitusi Anak di Kota Palu

“Kita semua disini adalah hasil pilihan rakyat. Apabila tidak diperjuangkan betapa berdosanya kita semua,” keluhnya.

Menanggapi hilangnya insentif guru honorer Parigi Moutong, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Aminuddin menyebut, saat ini pagu anggaran dinasnya tinggal Rp 3 Miliar semula Rp 14 Miliar.

“Anggaran itu saja tidak cukup untuk kebutuhan kantor dan kegiatan lainnya. Bahkan, guru honorer darah saja mencapai anggaran mencapai Rp 2 miliar,” tutupnya.

Baca juga: Disdikbud Parimo Seleksi Honorer Sesuai Kebutuhan

Baca juga: 145 CPNS Donggala Terima SK Seratus Persen

Laporan: Muhammad Rafii

- Advertisement -spot_img

More articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article