Resmi Dilantik, Ini Tugas 40 Anleg DPRD Parimo Periode 2019-2024

0
118
Resmi Dilantik, Ini Tugas 40 Anleg DPRD Parimo Periode 2019-2024
Pelantikan 40 Anleg Parimo (Foto: Rafii)

Parimo, gemasulawesi.com Resmi dilantik, tugas dan fungsi utama kedewanan menanti 40 Anggota legislatif (Anleg) DPRD Kabupaten Parigi moutong (Parimo) periode 2019-2024.

Gubernur Sulteng yang diwakili Sekretaris Provinsi (Sekprov), Hidayat Lamakarate, mengambil sumpah dan janji jabatan 40 Anleg DPRD Parimo di lapangan Indoor Kantor Bupati Parimo, Senin, 2 September 2019.

“Resmi dilantik, tugas Anleg Parimo adalah melaksanakan fungsi legislasi. Perumusan Peraturan daerah (Perda) harus berpihak pada kepentingan warga,” pesan tertulis Gubernur Sulteng, Longki Djanggola yang dibacakan Sekprov Hidayat Lamakarate.

Lanjut Longki, fungsi anggaran juga harus diperhatikan Anleg Parimo. Agar penempatan anggaran daerah harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu menurut Longki, pengawasan terhadap program dan kebijakan pemerintah daerah juga harus dijalankan. Tugas mulia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Semoga Anleg DPRD Parimo yang baru dilantik, dapat membawa perubahan bagi daerah ini,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Parimo dari partai Nasdem selaku pemenang Pemilu 2019, Sayutin yang ditemui sejumlah awak media menegaskan, pihaknya berkomitmen akan mensinergikan pelaksanaan pembangunan daerah bersama Pemda Parimo.

Pihaknya pun akan senantiasa menerima, menampung dan memperjuangkan aspirasi warga Parimo. Serta merealisasikan janji kepada warga selama menjabat.

“Insya Allah ketika saya menjadi Ketua DPRD definitif, maka fokus pembangunan daerah kedepan itu berada di wilayah ibu kota. Kenapa, wajah sebuah daerah itu dapat dilihat dari lingkungan ibu kota,” terangnya.

Hal yang menarik, sekitar 21 orang Anleg DPRD Parimo periode 2014-2019 yang gagal pada Pemilu 2019. Hanya lima orang diantaranya hadir pada proses pelantikan.

Anleg Parimo periode 2014-2019 yang hadir yaitu Haris Lasimpara (Demokrat), Husen Marjengi (PDI-Perjuangan), Umi Isna Wangsi (Gerindra), I Made Weker (Nasdem) dan Hudaiyah Djaber (PBB).

Sebahagian besar Anleg DPRD lama memilih tidak hadir pada proses pelantikan. Sehingga kursi yang disediakan sebelum proses pelantikan terlihat banyak yang kosong.

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan