Kamis, April 15, 2021

Kembali Edarkan Sabu, Satu Residivis di Luwuk Dibekuk Polisi

Ditemukan 3,52 gram Sabu Dalam Paket Siap Edar

Must read

Berita banggai, gemasulawesi– Seorang residivis Narkoba di Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah, dibekuk polisi karena kembali edarkan sabu.

“Residivis itu seorang pria inisial RU alias R (27),” ungkap Kasubbag Humas Polres Banggai Iptu Haryadi, di Banggai, Jumat 26 Maret 2021.

RU residivis Narkoba di Luwuk, dibekuk personel Satuan Narkoba Polres Banggai, Sulawesi Tengah.

Ia dibekuk di salah satu kos-kosan di Jalan Perumahan Daerah, Kelurahan Simpong, Kecamatan Luwuk Selatan, Banggai, Jumat 26 Maret 2021 dini hari.

Penggerekan residivis Narkoba di Luwuk kata dia, atas informasi warga. Pelaku diduga kerap melakukan transaksi narkotika di dalam kamar kos-kosan miliknya.

Baca juga: Satu Orang di Sulawesi Tengah Positif Virus Corona

“Dari informasi itu, anggota mendatangi lokasi yang dimaksud dan langsung melakukan penggerebekan,” sebutnya.

Dalam penggeledahan di kamar kos milik pelaku residivis Narkoba di Luwuk, Satuan menemukan belasan sachet plastik bening berisikan kristal bening. Diduga Narkoba jenis sabu siap edar.

“Di lantai kamar kos milik pelaku anggota menemukan 14 sachet narkoba jenis sabu dengan berat bruto 3,52 gram siap edar,” ungkap Iptu Haryadi.

Selain narkoba jenis sabu, dari kamar kost pelaku residivis Narkoba di Luwuk, polisi juga menemukan barang bukti berupa satu buah alat hisap sabu (bong), satu buah kaca pirex dan korek api gas.

“Pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama, ditangkap tahun 2019 dan baru bebas pada Juli tahun 2020,” sebut mantan Kasat Narkoba Polres Morowali ini.

Tersangka residivis Narkoba di Luwuk sekaligus pengedar narkoba, langsung diamankan bersama barang bukti ke Mapolres Banggai guna proses hukum lebih lanjut.

Berikut penjelasan Undang-Undang terkait penyalahgunaan Narkoba.

Pasal 114 UU Narkotika

Untuk Narkotika Golongan I, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun. Dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit satu miliar rupiah dan paling banyak sepuluh miliar rupiah.

Pasal 119 UU Narkotika

Untuk Narkotika Golongan II, pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama dua belas tahun. Dan pidana denda paling sedikit delapan ratus juta rupiah dan paling banyak delapan miliar rupiah.

Pasal 124 UU Narkotika

Untuk Narkotika Golongan III, pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama sepuluh tahun. Dan pidana denda paling sedikit enam ratus juta rupiah dan paling banyak lima miliar rupiah.

Baca juga: Tim Black Panther Parimo Tangkap Residivis Curanmor

Laporan: Rahmat Bakari

- Advertisement -spot_img

More articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img