Rekrutmen CPNS 2019, Mamuju Dapat Kuota Delapan Formasi Guru

  • Whatsapp
Penerimaan CPNS 2019, Mamuju Dapat Kuota Delapan Formasi Guru
Illustrasi Kuota Rekrutmen CPNS Mamuju 2019 (Foto: Ist)

Sulbar, gemasulawesi.com Rekrutmen CPNS yang akan dibuka pemerintah pada akhir Oktober 2019, Pemerintah daerah (Pemda) Mamuju dapat kuota delapan formasi guru.

Kepastian Mamuju dapat kuota delapan formasi guru penerimaan CPNS 2019 didapatkan berdasarkan hasil rapat teknis yang diikuti Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Mamuju.

Bacaan Lainnya

“Surat dari Kemenpan nomor 544 tentang penetapan kebutuhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemda Mamuju tahun 2019, diputuskan bertambah menjadi 90 formasi,” ungkap Sekretaris daerah (Sekda) Mamuju, H Suaib, dikutip dari laman mamujukab.go.id, Senin, 21 Oktober 2019.

Ia melanjutkan, awalnya Pemda Mamuju telah mengusulkan 143 formasi untuk penerimaan CPNS dan PPPK. Rinciannya, 100 formasi diperuntukkan untuk penerimaan PPPK dan 43 formasi untuk penerimaan CPNS.

Baca juga: 13 Desa Prioritas Terima Program Pamsimas Parigi Moutong 2020

Rincian kuota itu kata dia, telah disesuaikan dengan arahan Menpan RB yang meminta agar persentase penerimaan tahun 2019 dapat mengakomodasi 70 persen bagi PPPK dan 30 persen CPNS.

Namun, akhirnya keputusan Kemenpan kembali berubah, termasuk penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang belum dapat diakomodasi tahun 2019.

“Akan ada rapat koordinasi di Makassar tentang teknis pelaksanaan rekrutmen, termasuk jadwal pelaksanaanya. Mudah-mudahan pada kesempatan itu juga kita akan memperoleh keterangan terkait PPPK,” jelasnya.

Kemudian, selain delapan formasi guru, Pemda Mamuju juga mendapat alokasi 36 formasi tenaga kesehatan, 37 tenaga fungsional dan sembilan kuota tenaga pelaksana.

Baca juga: Lepas Status Daerah Tertinggal Tidak Pengaruhi Gaji Guru Terpencil Parigi Moutong

Diketahui, pembukaan secara resmi pendaftaran CPNS 2019 tinggal menghitung hari. Dari 197.117 formasi tersedia, diantaranya 60 ribu formasi guru naungan Pemda.

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN), Mohammad Ridwan menyampaikan, formasi guru penempatan di daerah adalah formasi terbanyak. Seperti yang telah digaungkan sebelumnya, sistem perekrutan kali ini akan banyak menyediakan tempat untuk posisi tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan.

“Guru sekitar 60 ribuan. Formasi lainnya yang juga banyak tenaga kesehatan, sekitar 30 ribuan,” ungkapnya dikutip dari Liputan6.com, Jumat, 17 Oktober 2019.

Sebagai perbandingan, CPNS kali ini memang lebih banyak menyediakan tempat bagi pemerintah daerah.

Rinciannya, sebanyak 37.854 formasi untuk 74 kementerian/lembaga (instansi pusat), serta 159.257 formasi untuk 467 pemda.

Baca juga: Total 17 Persen Sekolah Negeri Parigi Moutong Belum Masukkan LPJ Dana BOS

Ia melanjutkan, postur formasi pada seleksi CPNS 2019 secara umum bakal lebih memprioritaskan porsi bagi tenaga teknis ketimbang yang bersifat administratif.

“Kalau sekarang masih banyak yang administrasi. Nanti kedepannya akan lebih banyak yang teknis. Misalnya, guru, tenaga kesehatan, atau yang seperti lainnya semisal insinyur dan sebagainya,” jelasnya.

Sisanya lanjut dia, tenaga teknis lainnya, seperti kedokteran hewan, penyuluh pertanian, analis kerjasama, teknik sipil dan teknik mesin.

Ia mengatakan, sehabis pembagian formasi kepada sejumlah instansi penerima, masing-masing instansi memiliki banyak tugas untuk mengkaji pemberian formasi itu hingga sempurna.

Ia berharap, seluruh tahap awal penerimaan bisa rampung sebelum memasuki November. Alasannya, Menteri PANRB sebelumnya sudah mengumumkan pembukaan CPNS akan diinformasikan pada 25 Oktober 2019. Kemudian, masa pengumuman formasi akan berlangsung pada kurun waktu 15 hari setelah resmi diumumkan.

“Pada hari ini akan kita umumkan penerimaan CPNS. 15 hari kalender untuk pengumuman tidak boleh diinterupsi jadi sepuluh hari. Pada PP 11/2017 tentang Manajemen PNS jelas termuat,” tegasnya.

Kemudian, dalam waktu 15 hari kalender sejak diumumkan secara resmi, masyarakat pun dapat mengakses formasi apa saja yang tersedia melalui website dan media sosial milik masing-masing instansi serta pada portal sscan.bkn.go.id.

Ia menambahkan, hingga nanti pengumuman penerimaan resmi dibuka, portal sscasn belum bisa diakses.

“Jadi kalau ada netizen atau warganet yang ngeluh belum buka, ya emang belum. Sekarang ini masih tahap pembagian formasi,” tutupnya.

Baca juga: Akui Terima Uang, Hakim Perintahkan Nico Rantung Cs Kembalikan

Laporan: Muhammad Rafii

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

14 Komentar