Rekonstruksi Jembatan Palu IV Ditargetkan Rampung 2024

waktu baca 2 menit
Jembatan Palu IV yang rusak terkena dampak gempa dan tsunami 2018

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Rekonstruksi Jembatan Palu IV Ponulele, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) di targetkan akan rampung pada Juni 2024. Jembatan itu juga dikenal jembatan Kuning yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah, rusak akibat terkena dampak gempa dan tsunami pada 28 September 2018.

Hal itu diungkapkan Direktur jendral Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna, Rabu 20 Juli 2022.

“Ini diinisiasi sebagai upaya untuk memulihkan aksesibilitas dan mobilitas ke kota Palu yang terkena dampak gempa dan tsunami 2018,” ucap Herry dalam keterangan tertulis, Rabu 20 Juli 2022.

Dengan adanya pembangunan kembali jembatan tersebut, diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi dan pembangunan wilayah perkotaan Palu. Selain itu juga menjadi ikon Kota Palu, sehingga dapat menarik wisatawan dari Sulawesi Tengah maupun luar.

Baca: Satresnarkoba Palu Bekuk Pria di Birobuli Miliki 6 Paket Sabu

Program rekonstruksi Jembatan Palu IV didukung oleh pemerintah Jepang melalui Japan International Corporation Agency (JICA) dalam bentuk hibah sebesar 2,5 miliar yen atau sekitar Rp 325 miliar. Pembangunannya dilakukan oleh perusahaan konstruksi Jepang Tokyu Construction bekerja sama dengan PT Waskita Karya.

“Penandatanganan hibah dilakukan pada 21 Juni 2019 antara Dirjen Bina Marga dengan JICA,” ucap Herry.

Ia mengungkapkan bahwa kegiatan rekonstruksi awalnya direncanakan untuk konstruksi dimulai pada tahun 2020. Namun karena pengelolaan dan penyelesaian pembebasan lahan membutuhkan waktu lebih lama, maka pembangunan jembatan Palu IV baru akan dimulai pada Juli 2022 dan direncanakan selesai pada Juni 2024.

Kepala Satgas Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR Sulawesi Tengah, Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, Jembatan Palu IV yang baru akan terhubung dengan jalan layang yang merupakan bagian dari sistem mitigasi bencana tsunami. Dengan cara ini, kawasan Silebeta yang tangguh bencana harus terwujud.

Arie memastikan pondasi dan ketinggian Jembatan Palu IV dirancang dengan mempertimbangkan nilai seismik gempa dan tsunami berdasarkan peta risiko seismik dengan total bentang 250 meter.

“Desain Jembatan Palu IV mendapat persetujuan rekomendasi Menteri PUPR pada 5 Maret 2020, setelah mendapat rekomendasi dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) pada 3 Maret 2020,” kata Ari.

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengatakan, masyarakat Palu sudah lama menunggu jembatan tersebut direkonstruksi kembali. Rasyid mengatakan, jembatan merupakan ikon kota Palu dan berperan sangat penting dalam menghubungkan kecamatan Palu Timur dan Palu Barat.

Rasyid mengatakan hari ini adalah jawaban yang ditunggu-tunggu orang. Untuk Kementerian PUPR dan JICA, dia juga mengucapkan terima kasih atas dukungannya terhadap pembangunan kembali Jembatan Palu IV, karena jembatan bagi masyarakat Palu ini memiliki cerita dan kenangan tersendiri. (*/Ikh)

Baca: BI Sulawesi Tenggara Dongkrak UMKM Tenun Masalili di Muna

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.