Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Pertanian Tingkatan Produktivitas

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Pertanian Tingkatan Produktivitas
Foto: Illustrasi Irigasi persawahan.

Gemasulawesi- Kementan terus berupaya meningkatkan kualitas pertanian, untuk mendukung peningkatan produktivitas. Salah satunya dengan program rehabilitasi jaringan irigasi pertanian.

“Manajemen air berperan penting dalam mendukung produktivitas petani,” ungkap Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 31 Juli 2021.

Dalam pertanian, pasokan air harus selalu tersedia. Oleh karenanya, manajemen air harus menjadi bagian penting untuk selalu diperhatikan.

Baca juga: Rehab Empat Daerah Irigasi di Parimo Makan Anggaran 4,6 Miliar Rupiah

Saluran irigasi juga berperan penting untuk mendukung aktivitas pertanian. Untuk mewujudkan itu, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian, salah satunya melalui program rehabilitasi jaringan irigasi pertanian.

“Sebab, apabila saluran irigasi bermasalah, pertanian juga dipastikan kacau. Untuk mencegah hal itu, kami melakukan kegiatan RJIT,” kata dia.

Kementan ingin tingkatkan infrastruktur pertanian

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil mengatakan, pihaknya ingin meningkatkan kondisi infrastruktur jaringan lewat kegiatan rehab irigasi.

Perbaikan infrastruktur jaringan kata dia, bertujuan untuk meningkatkan fungsi layanan irigasi.

Dia menjelaskan, program itu dapat juga meningkatkan luas areal tanam dan indeks pertanaman (IP).

Baca juga: Kemenko PMK: Minat Pekerja Sektor Pertanian Berkurang

Hal ini termasuk meningkatkan partisipasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) atau Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai air (GP3A), Kelompok Tani (Poktan), dan Gabungan Poktan (Gapoktan) dalam pengelolaan jaringan irigasi.

Oleh karena itu, lanjut dia, pengelolaan air irigasi harus dilakukan dari hulu sampai ke hilir. Sebab, kerusakan atau nonfungsi salah satu bangunan irigasi dapat mempengaruhi kinerja sistem irigasi.

“Perlu dilakukan penataan terhadap air irigasi. Misalnya, dimana penempatan air pada jaringan sekunder, primer, tersier, kuarter, dan saluran irigasi cacing. Dengan begitu, bisa untuk pengairan tiga kali panen,” kata dia.

Selain itu, tujuan kegiatan RJIT, adalah untuk memperbaiki sekaligus meningkatkan fungsi dari saluran irigasi. Dengan perbaikan itu, air yang ada di saluran irigasi dapat menjangkau lahan pertanian lebih luas.

“Namun, jika rusak, efisiensi dan efektivitas irigasi akan berkurang. Dengan begitu, produktivitas juga akan terganggu. Di sinilah pentingnya manajemen air,” pungkasnya.

Adapun pelaksanaan kegiatan RJIT Kementan telah direalisasikan kepada Poktan Kampung Kreatif di Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar). (***)

Baca juga: Faktor Cuaca, Hambat Rehab Daerah Irigasi di Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post