Senin, Mei 17, 2021
BerandaPARIGI MOUTONGRehab Rumah Rusak, BPBD Parimo Akomodir Tambahan 3000 Unit

Rehab Rumah Rusak, BPBD Parimo Akomodir Tambahan 3000 Unit

- Advertisement -spot_img

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Guna memverifikasi usulan rumah rusak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Parimo Provinsi Sulawesi Tengah akomodir tambahan 3000 unit.

“Usulan rumah rusak ke BPBD Parimo terdampak gempa 28 September 2018 silam, telah masuk dari 12 Kecamatan,” ungkap Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Parimo Tri Nugroho, via sambungan telepon, Kamis 29 Oktober 2020.

Ia mengatalan, dari Kecamatan Sausu sampai dengan Kecamatan Kasimbar untuk usulan rumah rusak.

Dalam waktu dekat lanjut dia, sejumlah usulan tambahan rumah rusak pascagempa, akan dilakukan verifikasi.

Baca juga: PAD Parimo Dikhawatirkan Tidak Mampu Akomodir RPJMD

“Dari jumlah itu, belum bisa dipastikan apakah semuanya dapat terakomodir atau tidak,” tegasnya.

Pasalnya, akan ada tim yang turun langsung untuk memverifikasi dan validasi di lapangan.

Ia menjelaskan, sebanyak 4350 warga Parimo menerima pencairan dana stimulan.

“Penerima dana stimulan bencana alam gempa bumi di Parigi Moutong Sulawesi Tengah masih tersisa sekitar 662. Dari jumlah awal sebanyak 5012 jiwa,” terangnya.

Baca juga: PPPK Belum Akomodir Seluruh Honorer Kategori Dua

Selain dana stimulan Parigi Moutong Sulawesi Tengah, tercatat rumah rusak sedang berjumlah 918 unit dan rusak ringan 4.094.

Menurutnya, masih adanya warga yang belum menerima dana stimulan disebabkan adanya perubahan status kerusakan rumah sesuai hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan.

“Ada terjadi perubahan status dari rusak sedang menjadi rusak ringan, bahkan ada yang tidak memenuhi syarat,” katanya.

Ia mengatakan, pemerintah setempat saat ini sedang berupaya mengakomodasi warga yang sebelumnya tidak terdata, untuk dimasukkan kembali lalu diusulkan sebagai calon penerima stimulan.

Baca juga: DKP Usul Turunkan Tarif Retribusi TPI Parigi Moutong

Sampai dengan penyaluran dana stimulan tahap dua lanjut dia, masih terdata masyarakat yang memasukkan sejumlah data.

Dia mengatakan, Pemda optimis rehabilitasi dan rekonstruksi rumah rusak di setiap kabupaten Sulteng dapat terselesaikan di akhir 2020. Sebab, penanganannya hanya pada rumah rusak berat dan ringan.

Di mana rekonstruksi rumah rusak Sulteng sedang mendapat bantuan uang tunai Rp25 juta dan rusak sedang Rp10 juta, dan model penyaluran langsung ke rekening penerima, tidak lagi menggunakan pola kelompok pengawas.

“Kami berharap dengan bantuan itu paling tidak bisa meringankan beban mereka yang sudah lama menunggu dana ini untuk perbaikan rumah,” tutupnya.

Baca juga: Buol Sulawesi Tengah Usul Berlakukan PSBB ke Kemenkes

Laporan: Muhammad Rafii

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.