Rabu, April 21, 2021

Rehab Empat Daerah Irigasi di Parimo Makan Anggaran 4,6 Miliar Rupiah

Must read

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Rehab empat daerah irigasi pembangunan prioritas di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, makan anggaran senilai 8,6 miliar Rupiah.

“Pekerjaan itu dimulai Maret 2021 hingga September 2021 mendatang,” ungkap Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Moh Aflianto Hamzah, di ruang kerjanya, Senin 5 April 2021.

Rehab empat daerah irigasi prioritas di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah kata dia, tersebar ke wilayah Malanggo, Sigenti, Labalang dan Parigi Kanan.

Ia mengatakan, anggaran rehab empat daerah irigasi bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Pekerjaannya sudah dimulai.

“Masing-masing paket pekerjaan daerah irigasi itu bersifat pembangunan rehabilitasi. Dari empat paket pekerjaan daerah irigasi itu, ada jenis rehab saluran dan ada rehab bendung,” jelasnya.

Baca juga: Kejari Poso Sulteng Selidiki Aliran Dana Covid-19

Ia menuturkan, Bidang SDA DPUPRP Parigi Moutong mendapatkan Rp 4,6 miliar penganggaran DAK 2021 untuk rehab empat daerah irigasi.

Jadi, paket pekerjaan itu dibagi menjadi rehab empat daerah irigasi yaitu Labalang senilai 1,5 miliar. Kemudian, Parigi Kanan senilai Rp. 1,3 miliar, Malanggo senilai Rp. 900 juta dan Sigenti senilai Rp. 900 juta.

“Sebenarnya, daerah irigasi prioritas ini banyak. Namun, dengan keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat, jadi kami memilih mana didahulukan,” tuturnya.

Selain irigasi, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Parigi Moutong, juga menargetkan pembangunan jembatan Olobaru-Lemusa akan rampung tahun 2021.

“Target kami, jembatan itu bisa fungsional tahun ini dengan waktu pelaksanaannya, sekitar 180 hari atau enam bulan lamanya,” sebut Kepala Bidang Bina Marga, DPUPRP Parigi Moutong, I Wayan Mudana.

Baca juga: OJK Awasi Ratusan Miliar Rupiah Dana Pemulihan Ekonomi Sulteng

Ia menjelaskan, jembatan Olobaru-Lemusa, Parigi Moutong, rencananya fungsional pada 2020. Namun, dilanda bencana banjir yang mengakibatkan salah satu abutment jembatan roboh.

Jembatan Olobaru-Lemusa merupakan salah satu dari tujuh jembatan rusak akibat banjir Juli 2020 silam.

Perihal kerusakan jembatan Olobaru-Lemusa itu, sudah dikoordinasikan dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Baca juga: 2021, Target Perampungan Jembatan Olobaru-Lemusa

Laporan: Muhammad Rafii

- Advertisement -spot_img

More articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -