Home PARIGI MOUTONG Ratusan Warga Tinombo Selatan Parimo Tolak Izin Tambang

Ratusan Warga Tinombo Selatan Parimo Tolak Izin Tambang

Izin tambang dari Pemda Parimo untuk tanah seluas 17 hektar

Ratusan Warga Tinombo Selatan Parimo Tolak Izin Tambang
Massa blokir jalan di Parigi moutong Sulawesi Tengah (Foto: FB)

Parimo, gemasulawesi.com Ratusan warga Kecamatan Tinombo Selatan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah (Sulteng) menolak izin tambang yang dikeluarkan Pemerintah daerah (Pemda).

“Kami sampaikan, lahan-lahan pertanian kami terancam mengalami kerusakan akibat ulah aktifitas pertambangan. Kami harus berjuang melakukan aksi penolakan ini,” ungkap Anca Orator Aksi Arti Tinsel, Rabu, 13 November 2019.

Diketahui, massa yang menamakan Aliansi Rakyat Tani (Arti) Kecamatan Tinsel menggelar aksi blokade jalan Trans Sulawesi Parigi Moutong Sulawesi Tengah, tepatnya di Jembatan Desa Tada.

Dalam tuntutannya, massa aksi menegaskan penolakan terkait izin lokasi tambang seluas kurang lebih 17 hektar di Kecamatan Toribulu, Kasimbar dan Tinsel Parigi Moutong Sulawesi Tengah yang dikeluarkan Pemda pada tahun 2010.

Baca juga: Ini Wajah Baru Pengurus PMI Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah 

Baca juga: Fasilitas Umum Dan Sekolah Sulawesi Tengah Belum Tersentuh Bantuan

“Akibat dari kebijakan Pemda, akan menimbulkan dampak negatif diantaranya lingkungan, kesenjangan ekonomi, sosial dan kearifan sosial,” jelasnya.

Ia mengatakan, pihaknya mempunyai alasan penolakan izin tambang. Sejak tahun 2013 pihaknya telah melakukan aksi yang sama terkait tambang ilegal yang ada di Desa Tada Selatan Parigi Moutong Sulawesi Tengah.

Ia menegaskan, aksi blokade jalan Trans Sulawesi Parimo sebagai bentuk penolakan rakyat Tani, karena aktifitas pertambangan sudah berdampak pada lahan pertanian warga pada umumnya.

Baca juga: Bantuan Rehabilitasi Gedung Sekolah Terdampak Bencana Parigi Moutong Sulawesi Tengah, Belum Terealisasi

Baca juga: Passing Grade Seleksi CPNS 2019 Turun

Selain itu, konflik sosial antara petani dan penambang dalam bentuk kekerasan sudah terjadi dan berdampak hukum. Sehingga, tidak menutup kemungkinan peristiwa itu akan terulang kembali.

“Kami meminta 20 Kepala desa yang ada di wilayah kecamatan Tinombo Selatan Parigi Moutong Sulawesi Tengah untuk hadir bersama disini dan menandatangani petisi penolakan terhadap aktifitas pertambangan ilegal,” tuturnya.

Nampak di lokasi aksi massa, pihak kepolisian Resort Parimo masih melakukan upaya pengamanan aksi agar tidak menimbulkan tindakan warga yang diluar batas. (**)

Baca juga: Buol Sulawesi Tengah Dapat 135 Alokasi Formasi CPNS 2019

Baca juga: 223 Formasi Tenaga Pendidikan CPNS Sulawesi Barat 2019

1 COMMENT

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.