Ratusan Warga Donggala Unjuk Rasa Tuntut Huntap

waktu baca 2 menit
Foto: Demo warga Donggala di depan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah.

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Ratusan warga Donggala, Sulawesi Tengah, unjuk rasa tuntut persoalan Hunian tetap (Huntap).

Bahkan, aksi warga Donggala unjuk rasa dengan jalan kaki 2o Km hingga tiba di Kota Palu. Mereka berasal dari tiga desa, yaitu Desa Loli Dondo, Loli Pesua, dan Loli Tasiburi.

“Penyintas di ketiga desa itu masih harus terus bersabar dan menunggu kejelasan nasibnya,” ungkap Erlia, salah satu warga peserta aksi itu pula, di depan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin 21 Juni 2021.

Unjuk rasa warga meminta kepada Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi Mastura agar bisa mencari solusi terkait permasalahan dihadapi saat ini.

Baca juga: Walikota: Penyintas Bencana Mulai Huni Huntap Kota Palu

“Mendesak gubernur terpilih untuk menghapus air mata kami. Sudah bertahun-tahun penyintas tinggal di Huntara (hunian sementara). Huntara sudah ada dibongkar, terpaksa kami tinggal di pondok kami bikin sendiri,” sebutnya.

Dalam unjuk rasa itu, warga bahkan meminta pembangunan Huntap sebaiknya dialihkan ke dana stimulan saja, ketimbang lama menunggu realisasinya.

Baca juga: Wifi Gratis Segera Ada di Huntara Kota Palu

Tuntutan warga dalam itu merupakan buntut kekecewaan warga terhadap lambatnya proses penanganan pascabencana dari Pemerintah Donggala di tiga desa itu.

Massa aksi menyuarakan belum adanya pembangunan Huntap untuk warga menjadi korban bencana gempa bumi pada 2018 silam.

Baca juga: Wifi Gratis Segera Ada di Huntara Kota Palu

Menurut salah satu peserta aksi, pada September 2020 lalu, Pemerintah Donggala menyampaikan akan memenuhi tuntutan warga dengan membangun hunian berskema huntap mandiri.

Pengelolaannya dikerjakan sendiri penyintas dan akan dilaksanakan pada awal tahun 2021, serta peralihan dari bantuan pembangunan huntap menjadi dana stimulan.

Baca juga: Wifi Gratis Segera Ada di Huntara Kota Palu

Aksi warga dari tiga Desa di Donggala itu, juga dijaga ketat pihak kepolisian.

Sementara itu, saat unjuk rasa warga Donggala dilakukan, Gubernur Sulawesi Tengah masih menghadiri rapat paripurna di DPRD dalam rangka serah terima jabatan.

Baca juga: Pemdes Sendana Fasilitasi Rumah Layak Huni untuk Warga Miskin

Laporan: Rafiq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.