Ratusan Tenaga Kerja Asing China Masuk Sulsel Sejak Januari 2021

waktu baca 2 menit
Foto: Tenaga Kerja Asing China masuk Sulsel.

Berita nasional, gemasulawesi– Total 228 Tenaga Kerja Asing China masuk Sulsel sejak Januari 2021.

“Total TKA itu penempatan khusus di Sulsel, mulai 1 Januari 2021 sampai dengan 24 Juni,” ungkap Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sulsel Andi Darmawan Bintang, Minggu 4 Juli 2021.

Ia mengatakan, tercatat Tenaga Kerja Asing China masuk ke Sulsel untuk bekerja di sejumlah proyek strategis milik negara sejak awal Januari 2021.

Ratusan Tenaga Kerja Asing China itu kata dia masuk Sulsel melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros.

“Khusus untuk TKA dari China berjumlah 146 orang,” katanya.

Ia melanjutkan, untuk Tenaga Kerja Asing China telah mulai bekerja di Sulsel, masih mendominasi ketimbang lainnya.

Terkait kedatangan 20 TKA asal China pada 3 Juli kemarin, Andi menyatakan akan mengecek langsung pihak Kabupaten Bantaeng.

“Ini yang mau diklarifikasi apakah mereka termasuk pekerja yang sudah bekerja dengan visa multiple entry atau baru masuk bekerja,” jelasnya.

Baca juga: 70 Miliar Rupiah, Investasi Budidaya Udang Parigi Moutong

Sebelumnya, puluhan tenaga kerja asing atau TKA China masuk Sulsel saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM darurat.

TKA China masuk Sulsel tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sabtu 3 Juli 2021 malam.

Baca juga: Gubernur Sulawesi Tengah Target Produksi Udang 200 Ribu Ton

“Iya sebanyak 20 orang, mereka kerja kontrak dengan PT. Smelter,” ungkap Stakeholder Relation Manager, Iwan Risdianto, di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggu 4 Juli 2021.

Puluhan orang TKA China masuk Sulsel ini selanjutnya akan melakukan perjalanan ke Kabupaten Bantaeng dengan mengendarai bus telah disediakan perusahaan smelter.

Baca juga: DPR Minta Pemerintah Jamin Warga Selama PPKM Darurat Covid

Sebelum TKA China masuk Sulsel telah menjalani pemeriksaan swab PCR dan karantina di Jakarta. Sehingga mereka itu bisa dapat melanjutkan perjalanan ke Bantaeng.

Terkait TKA, pengamat penerbangan Alvien Lie mengkritik keputusan pemerintah yang masih membuka kedatangan warga asing dari luar negeri disaat PPKM Darurat.

Baca juga: Demo Tolak TKA di Kendari Sulawesi Tenggara Berakhir Ricuh

Menurut Alvin, keputusan pemerintah dengan membuka akses perbatasan hanya membuat pembatasan domestik lewat PPKM Darurat justru sia-sia.

“Mengapa sampai detik ini pemerintah tidak berani menutup gerbang penumpang internasional? Varian Covid-19 berasal dari negara lain. Kemudian meluas karena mobilitas domestik, percuma batasi mobilitas domestik jika gerbang internasional terus dibuka,” tuturnya. (**)

Baca juga: Puluhan TKA China Masuk Sulsel Saat PPKM Darurat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.