Ratusan Siswa Parimo Putus Sekolah

waktu baca 2 menit
Illustrasi siswa putus sekolah

Parimo, gemasulawesi.com Ratusan siswa di Kabupaten Parimo Provinsi Sulteng tidak melanjutkan jenjang sekolah sampai ditingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Hal tersebut diungkapkan, Nurlina, Kabid Paud Disdikbud Parimo, kepada gemasulawesi.com, di ruang kerjanya, Selasa 7 Mei 2019.

“Anak putus sekolah pada tiga kecamatan di Parimo masih tergolong tinggi dibandingkan dengan kecamatan lainnya,” ungkapnya.

Selanjutnya, dengan data rilis resmi Disdikbud, tiga kecamatan itulah yang menjadi prioritas program satu PKBM satu desa.

Totalnya, kurang lebih 144 siswa-siswi yang tidak melanjutkan pendidikan hingga SMA dengan alasan bervariatif.

“Rinciannya, data putus sekolah pada tingkat SD Kecamatan Tinombo sebanyak sembilan belas siswa, sedangkan tingkat SMP mencapai empat belas siswa,” jelasnya.

Selanjutnya, Kecamatan Palasa angka siswa putus SD mencapai 36 siswa dan tingkat SMP menggapai sebelas siswa.

Sedangkan, angka putus sekolah tingkat SD Kecamatan Tinombo Selatan mencapai 42 siswa dan 22 siswa tingkat SMP.

“Kami telah mensosialisasikan dan menjalankan program menyukseskan wajib belajar dua belas tahun kepada seluruh masyarakat,” tegasnya.

Penyebab banyaknya siswa putus sekolah, antara lain letak geografi di daerah terpencil, jauh dari sekolah.

Berikutnya, faktor kemauan belajar dari warga yang kurang, menentukan tingginya angka kasus putus sekolah.

“Bahkan, banyak program yang digelontorkan pemerintah diantaranya sekolah gratis, program buta aksara dan program khusus bagi ratusan siswa putus sekolah,” dalihnya.

Faktanya, banyak warga yang sudah dewasa yang masih belajar Pendidikan dasar, meskipun tidak lancar menggunakan Bahasa Indonesia.

Kemudian, PKBM pun menjadi salah satu tumpuan agar warga dapat menempuh pendidikan dua belas tahun.

Ia menambahkan, faktor sekolah yang menempuh waktu lama dan jarak yang jauh juga mengurangi minat warga untuk belajar.

“Harapannya, agar warga Parimo mampu tuntaskan belajar dua belas tahun,” tutupnya.

Laporan: Aqil Azizi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.