Ratusan KK Tervalidasi Siap Terima Dana Stimulan Gempa Parigi Moutong

waktu baca 2 menit
Sosialisasi BPBD- BPBD Parimo Sosialisasi Penyaluran Dana Stimulan Dana Bencana Parigi Moutong di Aula Kantor Bupati, Jumat 6 Maret 2020. GemasulawesiFoto/MuhammadRafii.

Parigi moutong, gemasulawesi.comBadan Penanggulangan Bencanan Daerah (BPBD) Parigi Moutong (Parimo) sebut ratusan Kepala Keluarga (KK) tervalidasi siap terima dana stimulan pasca bencana gempa.

“Insya allah paling tidak 9-10 Maret 2020, sekitar 700 sampai 1000 rekening akan tersalurkan dana stimulan,” ungkap Kepala BPBD Parigi Moutong, Aziz Tombolotutu di aula lantai dua Kantor Bupati, Jumat 6 Maret 2020.

Ia mengatakan, pihaknya menginginkan pada hari ini sudah ada pencairan. Namun, dana itu belum juga masuk ke Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Alasannya, ada beberapa dokumen yang mesti dilengkapi sesuai dengan prosedur dari BPKAD Parigi Moutong.

“Jadi, warga yang sudah tervalidasi dan pesyaratannya terpenuhi, saya siap untuk memberikan rekomendasi ke bank untuk pencairan,” jelasnya.

BPBD menargetkan pada April 2020, sekitar 5ooo KK sudah selesai tervalidasi. Beserta dengan renovasi bangunan korban bencana gempa di Parigi Moutong.

“Kita upayakan untuk memasukan data-data itu ke BNPB lewat SK gubernur bersamaan dengan Kabupaten Sigi, Donggala dan Palu. Karena, kalau hanya parigi moutong, bisa saja kabupaten lain akan keberatan,” katanya.

Ia melanjutkan, ketika data-data tersebut sudah diterima. Pihaknya, hanya menunggu waktu permintaan pencairan akan dipenuhi.

Terkait masalah adanya potensi penyimpangan dana stimulan kata dia, itu tergantung dari penerima bantuan.

“Saya himbau kepada seluruh warga agar tidak diwakili untuk mengambil dana dari Bank. Karena ini adalah penyaluran dana secara langsung. Jika ada seperti itu di lapangan tolong disampaikan kepada kami,” tegasnya.

Sementara itu, BPKAD Parigi Moutong Yusrin Usman mengatakan, penyaluran dana bantuan stimulan bencana harus langsung ke rekening penerima. Alasannya, untuk menunjukkan pola akuntabilitas pengelolaan keuangan.

BRI selaku perantara penyaluran kata dia, harus membuka rekening sesuai dengan persyaratan yang ada. Sehingga, warga dapat menerima bantuan itu secara penuh.

“Saat ini, proses sedang berjalan. Kami memverifikasi pengusulan pencairan dari BPBD sesuai dengan Juknis,” terangnya.

Menurutnya, sistem penyaluran bantuan stimulan bencana secara tunai itu, rentan dengan penyimpangan.

“Penyaluran lewat rekening bank memang melalui jalur birokrasi yang panjang. Tetapi, dapat dikontrol penyelewengannya,” tutupnya.

Baca juga: Penuhi Penilaian Adipura Parigi Moutong, DLH Benahi Objek Ini

Laporan: Ince Hidayattullah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.