Ratusan Kepsek Parigi Moutong Ikuti Diklat Penguatan Kompetensi

0
40
Ratusan Kepsek Parigi Moutong Ikuti Diklat Penguatan Kompetensi
Diklat peningkatan kompetensi Kepsek Parigi Moutong (Foto: Rafii)

Parigi moutong, gemasulawesi.com Ratusan Kepala sekolah atau Kepsek di Kabupaten Parigi Moutong mengikuti Pendidikan dan pelatihan (Diklat) penguatan kompetensi.

“Peserta yang mengikuti Diklat Kepsek Parigi Moutong berjumlah 120 orang, terbagi ke dalam empat kelas pendidikan. Pesertanya terdiri dari Kepsek SD dan SMP,” ungkap Kabid GTK Disdikbud Parigi Moutong, Sunarti, di ruang kerjanya, Rabu, 5 Desember 2019.

Ia melanjutkan, empat kelas pelatihan Kepsek yang dibuka, terbagi ke dalam dua kelas di Hotel Oktaria dan Dua Kelas di Hotel Anutapura Parigi Moutong.

Keseluruhan peserta Diklat kata dia, mengikuti materi peningkatan kompetensi Kepsek terkait manajerial, kewirausahaan, supervisi dan kepemimpinan.

Ia menjelaskan, pemberian materi untuk empat kelas Diklat seluruhnya sama. Peserta yang mengikuti Diklat adalah peserta yang sudah menjadi Kepsek. Kemudian, tinggal diberikan penguatan pendidikan karakter untuk memimpin satuan pendidikan.

Baca juga: Kemana Muara Puluhan Miliar Dana Pokir DPRD Parigi Moutong?

“Tujuan Diklat kompetensi Kepsek untuk pengembangan sekolah atau satuan pendidikan menurut delapan standar pendidikan,” terangnya.

Jumlah pemateri atau master trainer Diklat terdiri dari empat orang dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulawesi Tengah. Dan empat Pengawas sekolah Kabupaten Parigi Moutong yang telah dilatih di Bandung dan dinyatakan layak untuk menjadi instruktur.

Setiap kelas Diklat kata dia, terdiri dari dua pemateri. Satu pemateri dari LPMP dan satu pemateri dari pengawas sekolah. Seluruh materi disampaikan dua pemateri itu dalam satu kelas.

Ia melanjutkan, satu pemateri memberikan materi Diklat dan satu pemateri lagi memberikan pembimbingan kepada peserta.

Baca juga: Lebih Parah, Diperkirakan Progres Pekerjaan Puskesmas Sumber Sari Dibawah 50 Persen

“Harapannya, Diklat dapat mengikuti arahan Kemendikbud. Kedepannya, Pemda tidak lagi mengangkat Kepsek di sekolah berdasarkan keinginan saja. Tapi berdasarkan Kepsek yang sudah memiliki kemampuan kompetensi, pedagogik dan kepimpinan,” tegasnya.

Untuk memenuhi kriteria dari Kemendikbud lanjut dia, maka peserta ditempa dalam Diklat ini. Diberikan tugas-tugas seperti penanganan permasalahan di sekolah atau membawa satuan pendidikan sesuai dengan arahan Kemendikbud. Pemda menginginkan misi Kemendikbud bisa terlaksana dengan baik.

Ia menambahkan, peserta ini harus melalui 71 jam pelajaran dalam tujuh hari Diklat. Nanti, diakhir Diklat ada test. Penilaiannya mulai dari pre test, proses pendidikan dan penilaian akhir. Kemudian, diakumulasi untuk memenuhi standar atau passing grade LP2KS Solo.

“LP2KS Solo menunjuk pelaksana Diklat dari LPMP yang bekerjasama dengan Disdikbud Parimo,” tutupnya.

Baca juga: “Kode Babe Untuk Samsurizal” Dalam Pusaran Hutang Pengusaha Hantje Yohanis

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan