Ratusan Juta Anggaran Stok Darah BLUD RSUD Anuntaloko ‘Tidak Jelas’

Ratusan Juta Anggaran Stok Darah BLUD RSUD Anuntaloko ‘Tidak Jelas’
Rapat RDP DPRD dan RSUD Anuntaloko- Sejumlah Anggota legislatif DPRD Parigi Moutong RDP bersama BLUD RSUD Anuntaloko di kantor DPRD Parimo, beberapa waktu lalu. Rapat membahas tentang kejelasan anggaran stok darah. GemasulawesiFoto/AhmadNurHidayat

Parigi moutong, gemasulawesi.com Anggaran bernilai ratusan juta Rupiah yang digelontorkan BLUD RSUD Anuntaloko Parigi Moutong (Parimo), untuk pemenuhan stok darah Unit Transfusi Darah (UTD) dipertanyakan.

Dalam rapat dengar pendapat (Hearing), antara Komisi IV DPRD Parimo dengan BLUD RSUD Anuntaloko Parigi Moutong belum lama ini, salah seorang anggota komisi IV, Wardi, mempertanyakan pengelolaan peruntukan anggaran itu.

Read More

“Anggaran sebanyak itu untuk berapa kantong darah,” tanya dia.

Pasalnya kata dia, hampir setiap hari dalam salah satu grup di akun media sosial milik dia, selalu ada postingan pasien di RSUD Anuntaloko yang membutuhkan darah.

Jumlah yang dibutuhkan setiap harinya pun lanjut dia, mencapai sekitar sepuluh kantong. Dia mengatakan, hal itu dipantaunya sejak dua tahun terakhir, sebelum dirinya terangkat sebagai anggota legislatif DPRD Parigi Moutong.

“Jika ada anggarannya, kenapa masih ada saja orang yang memposting butuh darah. Parahnya lagi, jumlah setiap harinya mencapai puluhan orang, masa tidak bisa terakomodir,” terangnya.

Mirisnya lagi kata dia, stok darah yang sebenarnya masih ada di UTD RSUD Anuntaloko, terkesan disembunyikan terlebih dahulu, meski pasien dalam kondisi sangat membutuhkan.

Hal itu lanjut dia, pernah dijumpainya langsung, saat coba membantu salah satu keluarga pasien yang mulai putus asa karena sulit mendapatkan donor darah sukarela untuk menyumbangkan darahnya.

Baca juga: Sidang Hantje vs Bupati Parigi Moutong, Terungkap Nico cs Minta Dana Untuk Mahar Partai

“Terkesan, keluarga pasien dipaksa mencari darah pengganti stok yang ada di UTD, padahal pengadaanya bersumber dari anggran yang diporsikan pihak manajemen rumah sakit,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, tahun 2017 dan 2018, pihak BLUD RSUD Anuntaloko menyediakan anggaran sekitar 300 juta Rupiah. Sementara tahun 2019 sekitar 200 juta Rupiah. Untuk kerjasama pengadaan darah dengan PMI Propinsi Sulawesi Tengah.

Menanggapi hal itu, Kepala bidang (Kabid) pelayanan medik (Yanmed), BLUD RSUD Anuntaloko, Darlin mengaku sempat membidangi penanganan stok darah di rumah sakit.

Dia menuturkan, salah satu faktor adalah beberapa diagnosa penyakit tertentu, pihak dokter menginginkan adanya transfusi darah kepada pasien, dengan menggunakan darah segar.

“Misalkan pada diagnosa penyakit yang mengharuskan pasien cuci darah. Sementara, stok yang ada di Bank darah UTD bukan merupakan darah segar. Itu juga menjadi masalah yang mengharuskan keluarga mencari pendonor sukarela,” terangnya.

Selain itu kata dia, jika darah yang dibutuhkan memang sedang tidak ada dalam stok darah milik UTD.

Biasanya lanjut dia, golongan darah langkah sangat memungkinkan terjadi kekosongan stok darah di Bank darah milik UTD RSUD Anuntaloko.

“Golongan darah seperti B atau AB, biasanya sangat langka. Bahkan untuk memasok ke sini, PMI Propinsi yang nota bene tempat kita bekerja sama membatasi juga jumlahnya,” tuturnya.

Dia menjelaskan, penganggaran diperuntukkan bagi pembelian kantong darah di PMI Provinsi. Bukan merupakan transaksi jual beli darah, seperti yang dipahami sebagian besar masyarakat.

“Jadi penganggaran ini, sebagai pengganti kantong darah kepada PMI Propinsi, kalau soal darah. Kita pahami bersama, umumnya pendonor yang datang ke PMI itu bersifat sukarela, tidak dibayar. Dan belanja darah itu, terkadang hanya mencapai sekitar 100 jutaan. Sisa anggaran kemudian dialihkan untuk kegiatan lain,” tandasnya.

Baca juga: Kemajuan Proyek Pembangunan GOR Parigi Moutong Dibawah 50 Persen

Laporan: Ahmad Nur Hidayat

banner 728x90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.