Ratusan CPNS Parigi Moutong Tahun 2018 Akan Ikuti Prajabatan

waktu baca 2 menit
Ahmad Saiful, Kaban BKPSDM Parimo.

Parigi moutong, gemasulawesi.com Ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) akan mengikuti prajabatan.

“Totalnya sebanyak 198 CPNS akan ikuti prajabatan tahun 2020,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Parigi Moutong, Ahmad Saiful usai membuka kegiatan koordinasi prajabatan CPNS Parigi Moutong, Jumat 7 Februari 2020.

Rencananya, pelaksanaan prajabatan 198 CPNS akan dilaksanakan pada bulan akhir Maret tahun 2020.

Ia menjelaskan, 198 CPNS yang akan melaksanakan prajabatan adalah angkatan tahun 2018. Pelaksanaan prajabatan ditunda dengan alasan bencana gempa yang melanda Parigi Moutong.

Penundaan itu kata dia, bersamaan dengan lima daerah terdampak bencana gempa Pasigala beberapa waktu lalu. Termasuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menunda pelaksanaan prajabatan.

Baca juga: 77 Pejabat Kabupaten Parigi Moutong, Belum Laporkan Harta Kekayaan

Baca juga: Hakim PN Parigi Putuskan Bupati Parigi Moutong Samsurizal Cs Kembalikan Dana 4,9 Miliar Rupiah

“Sejumlah CPNS itu kami kumpulkan untuk koordinasi terkait persoalan teknis. Sebelum pelaksanaan prajabatan,” terangnya.

Ia melanjutkan, 198 CPNS itu sudah harus lolos prajabatan pada 1 Agustus 2020 mendatang. Salah satu syarat sebelum diangkat menjadi PNS adalah mengikuti prajabatan atau Latsar.

Teknis prajabatannya, 198 CPNS akan dibagi ke dalam lima sesi. Tiap sesi akan diisi sekitar 40 orang.

Setiap sesi kata dia, akan memakan waktu pelaksanaan prajabatan selama 51 hari. Terbagi ke dalam pembagian 21 hari sesi dalam ruangan. Dan waktu 30 hari untuk sesi kembali ke instansi masing-masing.

“Kemudian, tiga hari mengikuti ujian setelah dua sesi pertama dilalui,” tuturnya.

Pelaksanaan prajabatan yang dilaksanakan disesuaikan dengan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN). Persyaratan pelaksanaan prajabatan serta materi-materinya, sangat jelas terlihat dalam Perka LAN.

Contohnya, apabila ada CPNS wanita yang sedang hamil atau sedang menyusui mesti mengikuti prajabatan dan mengikuti Perka LAN.

“Teknisnya nanti, tiap sesi yang diisi 40 peserta akan saling bergantian mengikuti sesi dalam ruangan,” tutupnya.

Baca juga: Pembinaan KAT Kabupaten Parigi Moutong Jadi Percontohan Daerah di Indonesia

Baca juga: Perda Segera Atur Komunitas Adat Terpencil Kabupaten Parigi Moutong

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.