Rapat Paripurna Pembentukan Alat Kelengkapan DPRD Parimo, Hujan Interupsi

Usulan Penempatan Anggota Badan Anggaran DPRD Parimo, Dinilai Tidak Merata

0
112
Rapat Paripurna Pembentukan Alat Kelengkapan DPRD Parigi moutong, Hujan Interupsi
Rapat Paripurna Pembentukan Alat Kelengkapan DPRD Parimo (Foto: Yoel)

Parimo, gemasulawesi.com– Rapat paripurna pembentukan alat kelengkapan DPRD Parigi moutong (Parimo), sempat hujan interupsi dari beberapa Anggota legislatif (Anleg) peserta sidang.

Pasalnya, usulan penempatan anggota Badan anggaran (Banggar) DPRD Parigi moutong, dianggap tidak merata. Sehingga, sidang paripurna sempat berlangsung alot.

“Usulan penempatan anggota Banggar tidak adil dan merata sesuai amanat PP nomor 12 tahun 2018,” ungkap Anleg Partai PKS, Mohammad Fadli, saat rapat paripurna di kantor DPRD Parimo, Senin, 19 September 2019.

Dari tujuh fraksi yang terbentuk lanjut dia, fraksi Nasdem, Gerindra, dan PDI-P mendominasi keanggotaan Banggar.

Ia menyebutkan, anggota Fraksi Nasdem mengusulkan tiga anggota Banggar ditambah pimpinan totalnya menjadi empat anggota. Artinya, dari 5 kursi anggota Nasdem hanya satu yang tidak masuk dalam Banggar.

Kemudian, Fraksi PDI-P mengusulkan dua anggota Banggar ditambah dengan unsur pimpinan menjadi tiga orang. Kemudian, Gerindra dari jumlah enam kursi fraksi, empat anggotanya ada di Banggar.

“Kesepakatan yang terbentuk antar pimpinan fraksi dengan pimpinan DPRD dalam rapat konsultasi alat kelengkapan sebelumnya, belum berasaskan adil dan merata,” tegasnya.

Ia melanjutkan, Fraksi Toraranga dari tujuh anggotanya, hanya tiga kursi yang dapat duduk di Banggar, sama seperti Fraksi PKB. Berbeda lagi dengan fraksi ganjil lainnya, misalnya dari lima anggota Fraksi Bintang Indonesia, hanya tiga masuk dalam Banggar.

Dia menegaskan, meski dalam rapat antara ketua Fraksi dengan pimpinan DPRD sebelumnya bersifat mengikat, namun keputusan tertinggi berada pada sidang Paripurna.

Menanggapi hujan interupsi dari Anleg fraksi lainnya, Sutoyo menyebutkan seluruh pimpinan fraksi dan pimpinan DPRD saat itu telah sepakat terkait distribusi keanggotaannya dalam alat kelengkapan dewan.

“Kita sepakati tiap fraksi mengusulkan anggotanya sebanyak tiga orang. Jika ini dimentahkan, sama saja menganulir hasil dari keputusan sebelumnya,” tegas Sutoyo.

Kemudian, Sukirman Tahir yang juga wakil Ketua fraksi PKB menghimbau, agar hasil keputusan antara seluruh pimpinan fraksi dengan pimpinan DPRD sebelumnya tidak dipersoalkan lagi.

Dia menegaskan, seluruh anggota Fraksi PKB tidak lagi mencari alasan untuk menolak seluruh hasil kesepakatan para pimpinan Fraksi.

“Kepada teman-teman difraksi, kita menghormati apa yang menjadi keputusan para pimpinan fraksi, karena keputusan ketua Fraksi adalah keputusan yang sudah menjadi keputusan partai politik. Ingat, PKB itu punyafraksi yang utuh,” tegasnya.

Setelah rapat paripurna sempat hujan interupsi, akhirnya seluruh anggota DPRD Parigi Moutong dalam sidang Paripurna yang dipimpin Sayutin Budianto didampingi dua unsur pimpinan lainnya yaitu Faisan Badja dan Sugeng Salilama, sepakat dengan komposisi Banggar yaitu,

  1. Sayutin Budianto sebagai ketua merangkap anggota
  2. Faisan Badja sebagai wakil ketua merangkap anggota
  3. Sugeng Salilama sebagai wakil ketua merangkap anggota
  4. Sutoyo sebagai anggota
  5. Ummy Kalsum sebagai anggota
  6. Fery Budiutomo sebagai anggota
  7. Arifin Dg Palalo sebagai anggota
  8. Ahmad Dg Mabela sebagai anggota
  9. Suyadi sebagai anggota
  10. Alfres Tonggiro sebagai anggota
  11. Nurul Qiram S Talib sebagai anggota
  12. Sartin Dauda sebagai anggota
  13. Moh. Sain sebagai anggota
  14. H. Suardi sebagai anggota
  15. Sukiman Tahir sebagai anggota
  16. Hj. Hijrah Tjanaba sebagai anggota
  17. Zabur sebagai anggota
  18. Ni Wayan Leli Pariani sebagai anggota
  19. Yusuf SP sebagai anggota
  20. Saiful Bahri sebagai anggota
  21. Ketut Arsana sebagai anggota
  22. Wawan Setiawan sebagai anggota

Diketahui, Fraksi Nasdem beranggotakan lima kursi, Fraksi Gerindra lima kursi ditambah dengan partai Berkarya satu kursi, Fraksi PDI Perjuangan empat kursi, Fraksi Hanura empat kursi ditambah dengan menggandeng partai demokrat dua kursi.

Kemudian, Fraksi PKB empat kursi juga menggandeng partai PKS tiga kursi, sedangkan fraksi Torarangan yang nota bene gabungan dari partai Golkar tiga kursi, PAN tiga kursi dan PPP satu kursi. Serta Fraksi Bintang Indonesia yaitu gabungan dari partai Perindo tiga kursi dan PBB dua kursi.

Laporan: Ahmad Nur Hidayat

Tinggalkan Balasan