fbpx

Putra Buya Arrazy Hasyim Tewas Tertembak Pistol Polisi, Keluarga Ikhlas

waktu baca 2 menit
(Foto Istimewa)

Berita Hukum, gemasulawesi – Putra Buya Arrazy tewas tertembak pistol seorang anggota polisi, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Tuban AKP Polisi M Ganantha menjelaskan peristiwa meninggalnya balita 3 tahun yang merupakan putra kedua Buya Arrazy Hasyim karena tewas tertembak senjata api tidak diproses hukum keluarga mengaku sudah ikhlas.

Menurut AKP Ganantha, Buya Arrazy Hasyim selaku ayah korban tidak mau memperpanjang kasus ini karena pihak keluarga mengaku sudah ikhlas dan menganggapnya sebagai musibah. Korban juga dimakamkan tanpa otopsi.

“Buya enggan angkat bicara karena ini musibah dan sudah memaafkan karena ini sepenuhnya kesalahan anak kecil. Untuk kronologis dan lainnya, Buya tidak mau membeberkannya,” ucap AKP Ganantha saat dikonfirmasi wartawan, Rabu 22 Juni 2022.

Putra kedua Buya Arrazy Hasyim, tiga tahun, HSW, diketahui tewas setelah ditembak dengan senjata api (senpi) atau pistol milik anggota polisi yang bertugas mengawal Buya Arrazy yang diperankan oleh kakak korban awalnya H (umur 5) pada Rabu siang, 22 Juni 2022.

Baca: Geger, Peternak Lembu di Langkat Temukan Mayat Siswi SMP

Peristiwa itu bermula saat anggota Polri yang bertugas melindungi Buya Arrazy melakukan salat dzuhur.

Pada titik ini, anggota memasukkan senjatanya ke dalam tas dan meletakkannya di tempat yang menurutnya aman.

“(Tertembak) Senpi dinas (Polri),” katanya dikonfirmasi wartawan.

Tanpa diduga dan tanpa pengawasan, tas anggota berhasil dijangkau oleh H, putra pertama Buya Arrazy. Anak laki-laki itu mengeluarkan pistol dari sakunya dan dijadikan mainan. Kemudian kejadian yang tidak diinginkan terjadi.

Ia mengatakan, korban putranya Buya Arrazy yang berusia tiga tahun, yang menyalahgunakan senjata api anaknya yang berusia lima tahun.

Sedangkan anggota yang mengawal Buya Arrazy sesaat setelah kejadian itu langsung ditarik oleh Mabes Polri. Karena itu, saat ditanya lebih detail soal sidang anggota tersebut, Ganantha mengaku tidak tahu.

“Kami belum tahu tindak lanjut selanjutnya karena satker (di Mapolres) langsung mengambilnya,” kata Ganantha. (*Ikh)

Baca: DPRD Persoalkan Profesionalisme Kontraktor Parigi Moutong

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.